Dana Indonesiana Jadi Ruang Penguatan Kerja Budaya dari Komunitas
- 13 Des 2025 12:03 WIB
- Makassar
KBRN,Makassar: Bagi Wa Ode Nur Ilmi Fauwziah, pemenang Dana Indonesiana 2025 bersama Komunitas Bumi Toala, Dana Indonesiana bukan sekadar program pendanaan. Lebih dari itu, ia memaknainya sebagai ruang penguatan bagi kerja-kerja budaya yang tumbuh dan berakar dari komunitas.
Menurut Wa Ode, kebudayaan adalah energi hidup yang harus terus bergerak dan diberi ruang untuk berkembang sesuai konteks lokalnya. Pandangan tersebut ia sampaikan dalam wawancara di PRO4 RRI Makassar, Kamis (11/12/2025).
Keterlibatan Wa Ode dalam Komunitas Bumi Toala, katanya, berangkat dari kegelisahan melihat potensi budaya dan pengetahuan lokal yang kerap terpinggirkan. Melalui dukungan Dana Indonesiana, komunitasnya mendapatkan kesempatan untuk merawat tradisi sekaligus mengembangkannya secara kreatif dan relevan dengan zaman.
“Dana Indonesiana memberi kami keberanian untuk melangkah lebih jauh dalam menjaga dan menghidupkan budaya,” ujar Wa Ode Nur Ilmi Fauwziah.
Ia menilai, budaya lokal menyimpan nilai pengetahuan yang kuat apabila dikelola secara kolektif dan berkelanjutan. Komunitas Bumi Toala pun berupaya menjadikan budaya bukan hanya sebagai warisan, tetapi juga sebagai medium edukasi, ekspresi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin budaya tidak hanya dikenang, tetapi juga dipraktikkan dan diwariskan,” katanya.
Lebih lanjut, Wa Ode menekankan bahwa kreativitas lokal akan tumbuh ketika komunitas diberi kepercayaan serta ruang untuk bereksperimen. Dalam hal ini, Dana Indonesiana dinilai mampu menjembatani gagasan-gagasan komunitas agar dapat diwujudkan menjadi karya nyata.
“Budaya harus bergerak mengikuti zaman tanpa kehilangan akar dan nilai-nilai lokalnya. Itu yang paling penting,” tuturnya.
Ia juga mendorong para pelaku budaya di daerah untuk berani mengakses berbagai program pendanaan kebudayaan nasional. Menurutnya, kesempatan tersebut dapat membuka ruang kolaborasi lintas komunitas sekaligus memperluas dampak kerja-kerja budaya di daerah.
“Potensi lokal kita sangat besar. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian dan konsistensi,” ungkap Wa Ode.
Sebagai penutup, Wa Ode Nur Ilmi Fauwziah berharap Dana Indonesiana terus menjadi gerbang bagi lahirnya kreativitas lokal yang berdaya tahan. Ia menegaskan, kebudayaan akan tetap hidup jika dijaga secara kolektif oleh komunitas dan didukung oleh kebijakan yang berpihak.
“Ketika budaya terus bergerak dari akar komunitas, di situlah masa depan kebudayaan Indonesia bertumbuh,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....