Penguatan Identitas Daerah Melalui Pariwisata Budaya
- 26 Okt 2025 18:56 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar : Pariwisata budaya menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat identitas daerah karena budaya lokal merupakan penanda keunikan yang membedakan satu wilayah dari wilayah lainnya. Dengan mengangkat elemen budaya ke dalam aktivitas wisata, daerah dapat menunjukkan karakter khasnya sekaligus memberikan pengalaman autentik kepada pengunjung.
Dalam konteks globalisasi, banyak identitas budaya daerah yang terancam melebur atau tergeser oleh arus modernisasi dan homogenisasi budaya. Menurut Pujaastawa (2023) dalam jurnal Pariwisata Budaya Sebagai Wahana Pemertahanan Identitas Kultural di situs ejournal1.unud.ac.id, perkembangan sektor pariwisata dikhawatirkan dapat mengancam ketahanan identitas kultural jika hanya berorientasi pada ekonomi semata.
Oleh karena itu, pengembangan pariwisata budaya harus dirancang secara sadar untuk tidak hanya mengeksploitasi budaya sebagai komoditas, tetapi juga mempertahankan dan merevitalisasinya. Penelitian di wilayah Kota Singkawang menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran pariwisata budaya turut menciptakan identitas masyarakat melalui keberagaman budaya yang ditampilkan.
Identitas daerah lewat budaya dapat diperkuat apabila elemen-budaya lokal seperti arsitektur tradisional, upacara adat, maupun kuliner khas dikaitkan dengan destinasi wisata. Misalnya, penelitian Ni Komang Ayu Astiti (2024) dalam jurnal Sumber Daya Arkeologi Kutai Kartanegara: Keragaman Budaya sebagai Identitas Budaya dan Daya Tarik Wisata yang di unggah di situs ejournal.brin.go.id, menemukan bahwa sumber daya arkeologi mengandung nilai simbolis dan estetika yang masih relevan dan dapat menjadi identitas budaya serta daya tarik wisata.
Selain itu, penguatan identitas melalui pariwisata budaya juga memberi manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal karena mereka menjadi pelaku dan penerima manfaat. Menurut Damayanti dkk. (2023) dalam jurnal Bina Desa Universitas Negeri Semarang di situs journal.unnes.ac.id, pelibatan masyarakat dalam aktivitas budaya mampu memperkuat rasa memiliki terhadap tradisi serta meningkatkan kesejahteraan lokal.
Namun demikian, terdapat tantangan besar dalam menjaga agar identitas budaya tidak hanya menjadi tontonan turis, melainkan tetap memiliki makna bagi komunitas lokal. Penelitian tentang Bali menunjukkan bahwa identitas desa adat terus mengalami pemaknaan ulang ketika pariwisata budaya berkembang, dari identitas tradisional alami menjadi identitas yang lebih formal dan terorganisir.
Agar pariwisata budaya benar-benar memperkuat identitas daerah, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku wisata, dan masyarakat lokal untuk merumuskan strategi yang inklusif dan berkelanjutan. Deliana dkk. (2024) dalam jurnal Memperkuat Identitas Lokal dalam Globalisasi Melalui Pariwisata dan Pelestarian Budaya di situs j-innovative.org, menegaskan bahwa strategi penguatan identitas lokal melalui pariwisata perlu dikelola dengan prinsip keberlanjutan agar tidak kehilangan nilai aslinya.
Dengan demikian, penguatan identitas daerah melalui pariwisata budaya bukan hanya tentang menarik wisatawan, tetapi tentang menghidupkan kembali, menghargai, dan memperkuat karakter budaya suatu daerah sebagai bagian dari masa kini dan masa depan. Bila dirancang dengan cermat, pariwisata budaya bisa menjadi jembatan antara pelestarian identitas lokal dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....