Gunung Bawakaraeng, Destinasi Wisata Menarik Bagi Pencinta Alam

  • 24 Jun 2025 11:12 WIB
  •  Makassar

KBRN Makassar, Gunung Bawakaraeng, dilansir dari wikipedia.org gunung ini menjulang setinggi sekitar 2.840 meter di atas permukaan laut, merupakan salah satu puncak tertinggi dan paling dingin di Sulawesi Selatan. Terletak di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, gunung ini masuk dalam deretan pegunungan Lompobattang dan dikenal sebagai magnet wisata bagi para pendaki, pelajar, mahasiswa Mapala, hingga pencinta alam umum

Secara etimologis, nama "Bawakaraeng" berasal dari bahasa Makassar: “bawa” berarti mulut dan “karaeng” memiliki arti Tuhan atau raja. Makna "mulut Tuhan" mencerminkan kepercayaan lokal bahwa gunung ini adalah sumber kehidupan, khususnya air dan kesuburan tanah di sekitarnya. Keistimewaan ini diperkuat oleh fungsinya sebagai daerah resapan dan hulu sungai yang menyuplai air bagi beberapa daerah, termasuk Gowa, Makassar, Bantaeng, Bulukumba, dan Sinjai.

Gunung Bawakaraeng menawarkan pilihan jalur pendakian yang beragam, namun rute via Desa Lembanna adalah yang paling populer. Jalur ini terdiri dari 9–10 pos pendakian dengan titik awal di ketinggian sekitar 1.500 mdpl, melintasi hutan pinus, padang savana, hingga medan berbatu menjelang puncak. Jalur alternatif lain termasuk Lembah Ramma, Danau Tanralili, dan Gunung Perak, yang masing-masing menawarkan pemandangan dan tantangan tersendiri.

Pada rute via Lembanna, pos 7 dan pos 8 menjadi spot ideal untuk berkemah, lengkap dengan sumber air. Antara pos 8 hingga puncak, trek menjadi lebih berat dan berbatu, bahkan terdapat tebing sempit untuk menantang adrenalin. Keindahan alam yang ditawarkan sangat memikat: dari hutan tropis basah, lumut di batang pinus, hamparan savana, hingga panorama awan lautan di puncak yang menjadi incaran para pecinta fotografi dan alam. Destinasi seperti Danau Tanralili, Lembah Ramma, Lembah Lohe, dan Bulu Baria sering dijadikan lokasi camping alternatif untuk menikmati air tenang dan udara pegunungan.

Suhu di bawakaraeng bisa mencapai 8°C–17°C di puncak, risiko pegunungan seperti hipotermia bisa terjadi, dan medan yang curam serta licin saat musim hujan bisa membahayakan pendaki. Oleh karena itu, kesiapan fisik, perlengkapan lengkap (jacket tebal, sleeping bag, jas hujan), serta pendamping lokal sangat dianjurkan

Gunung Bawakaraeng menyimpan harmoni antara tantangan dan keindahan, alam dan budaya, ilmu pengetahuan dan spiritualitas. Bagi pencinta alam dan petualang sejati, mendaki ke puncaknya akan menambah pengalaman hidup tentang ekosistem esensial di Sulawesi Selatan.

Etika pendakian perlu dijunjung tinggi seperti leave-no-trace, menjaga kebersihan, dan menghormati nilai lokal demi menjaga kelestariannya demi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....