Hospitality Sebagai Pembangunan Karakter Pariwisata
- 07 Jun 2025 22:20 WIB
- Makassar
KBRN,Makassar: Sabtu, 7 Juni 2025 program "Obsesi" di PRO1 RRI Makassar menyajikan topik menarik seputar peran penting hospitality dalam pembangunan karakter pariwisata. Dipandu oleh Risna Supratio, acara ini menghadirkan dua narasumber muda berbakat dari Universitas Tamalatea Makassar Program Studi Administrasi Hotel, yaitu Henistiviawati dan Ernawati Lebok. Keduanya membagikan pandangan segar mengenai bagaimana keramah-tamahan menjadi fondasi utama dalam menciptakan pengalaman pariwisata yang berkesan dan berkelanjutan.
Henistiviawati membuka pembahasan dengan menjelaskan konsep hospitality yang lebih dari sekadar pelayanan. "Hospitality itu tentang menciptakan suasana nyaman, hangat, dan membuat tamu merasa dihargai. Ini adalah inti dari pariwisata yang sukses," ujarnya.
Menurutnya, hospitality bukan hanya tugas bagi mereka yang bekerja di sektor pariwisata, tetapi juga menjadi cerminan budaya dan karakter masyarakat suatu destinasi. Wisatawan akan mengingat keramahan dan pengalaman emosional yang mereka dapatkan.
Senada dengan Henistiviawati, Ernawati Lebok menambahkan bahwa hospitality berperan krusial dalam membentuk citra positif pariwisata Makassar dan Sulawesi Selatan secara umum. "Ketika wisatawan merasa disambut dengan baik, mereka cenderung akan kembali lagi dan merekomendasikan destinasi tersebut kepada orang lain," jelas Ernawati.
Ia menekankan bahwa pembangunan karakter pariwisata melalui hospitality berarti menanamkan nilai-nilai pelayanan prima, empati, dan kehangatan pada setiap individu yang berinteraksi dengan wisatawan, mulai dari pengelola hotel, pemandu wisata, hingga masyarakat lokal. Kedua mahasiswi Unita ini juga menyoroti pentingnya pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan standar hospitality.
Henistiviawati menjelaskan bahwa kurikulum di program studi Administrasi Hotel Unita sangat menekankan aspek soft skills seperti komunikasi, etika, dan kemampuan beradaptasi. "Kami diajarkan untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempraktikkan langsung bagaimana memberikan pelayanan yang tulus dan profesional," katanya, menggarisbawahi relevansi pendidikan vokasi dalam membentuk SDM pariwisata berkualitas.
Ernawati Lebok menambahkan bahwa selain pelatihan formal, kesadaran kolektif masyarakat juga harus ditingkatkan. "Pariwisata adalah tanggung jawab bersama. Setiap senyuman dan sapaan ramah dari masyarakat lokal akan menjadi nilai tambah yang besar bagi pengalaman wisatawan," ujarnya.
Ia menyarankan adanya program-program edukasi dan kampanye publik untuk menumbuhkan budaya hospitality di kalangan masyarakat, sehingga setiap warga dapat menjadi duta pariwisata yang efektif. Dalam konteks pembangunan pariwisata Makassar, Henistiviawati dan Ernawati optimis bahwa dengan fokus pada pengembangan hospitality sebagai bagian dari karakter, Makassar dapat menjadi destinasi yang lebih kompetitif.
"Kita punya potensi alam dan budaya yang luar biasa, jika didukung dengan hospitality yang prima, Makassar akan semakin diminati," pungkas Henistiviawati, menggarisbawahi perlunya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....