Kolaborasi dan Strategi Pemasaran Museum Sebagai Daya Tarik Wisata
- 11 Mei 2025 10:07 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar : Museum sebagai destinasi wisata membutuhkan strategi pemasaran dan kolaborasi lintas sektor. Hal itu diungkapkan oleh Dr. Supriadi, M.A ketua prodi pariwisata Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin Dalam program mozaik budaya PRO 4 RRI Makassar edisi Sabtu (10/5/2025).
Supriadi mengungkapkan museum perlu melakukan analisis pasar agar mengetahui siapa target pengunjungnya. “Museum sebagai destinasi pariwisata harus juga melakukan analisis pasar,” kata Supriadi.
Strategi pemasaran digital, kampanye media sosial, dan desain atraksi yang menarik perlu dikembangkan secara berkelanjutan. Ia menyebut pentingnya mengubah kesan formal di museum menjadi suasana wisata yang santai dan akrab.
Kolaborasi dengan agen perjalanan, hotel, dan komunitas lokal juga dianggap vital untuk memperluas jangkauan wisatawan. “Pariwisata itu adalah sebuah sistem yang melibatkan banyak pihak,” ucap Supriadi.
Museum yang dikelola secara modern dan terintegrasi dinilai memiliki potensi besar sebagai daya tarik unggulan bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Sebagai destinasi wisata yang berbeda dari objek wisata lainnya, museum seharusnya menjadi salah satu tujuan utama dalam agenda kunjungan wisata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....