Menanamkan Akhlak Mulia Pada Anak di Era Digital

  • 30 Jan 2026 13:50 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di era global ini, selain membawa dampak positif, juga memiliki sisi negatif dalam berbagai bidang kehidupan. Salah satu aspek negatifnya yang terjadi di masyarakat adalah perilaku manusia, mulai dari usia anak-anak hingga orang dewasa, mengalami penurunan yang mengkhawatirkan.

Melihat kondisi ini, pro 4 RRI makassar menyelenggarakan Dialog Nuansa Fajar dengan mengangkat tema tentang Menanamkan Akhlak Mulia Pada Anak di Era Digital, Jumat 30 Januari 2026, dengan menghadirkan Narasumber dari Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pengembangan Karakter dan Dakwah (PKD) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Ust Muhammad Syahrul, S.Pd., M.Pd.

Ust Muhammad Syahrul menjelaskan bahwa dalam Islam , pendidikan itu tidak hanya bertujuan untuk mencerdaskan akal kita atau kognitif kita, tetapi juga yang lebih substansi atau lebih utama daripada pendidikan itu adalah bagaimana membentuk akhlak bahkan akhlak ini menjadi tujuan utama kepada diutusnya Baginda Rasulullah nabi Muhammad SAW bukan untuk menyempurnakan ilmu pengetahuan manusia, tetapi Rasulullah SAW diutus oleh Allah SAW, untuk menyempurnakan akhlak daripada umatnya, sebagaimana hadits nabi SAW “ Innama buistu liutammima makarimal akhlak, yang artinya : Sesungguhnya aku (Nabi Muhammad SAW) diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia".

“ Saat ini generasi kita tumbuh bersama dengan teknologi seperti gawai, kemudian ada media sosial, dan juga internet, dan perlu kita pahami bahwa teknologi itu bukanlah musuh kita tetapi tanpa adanya pendampingan oleh orang tua bisa jadi teknologi ini bisa menjadi sumber degradasi akhlak dan degradasi moral, maka anak anak kita atau generasi kita saat ini mudah sekali terpapar dengan konten konten negatif, cenderung individualis, minim adab dalam berkomunikasi bahkan yang lebih parah adalah tidak hormat kepada orang tua dan guru”, Ungkap Ust Syahrul.

Ust Syahrul juga menekankan bahwa dalam menanamkan akhlak mulia pada anak di era digital memerlukan kombinasi keteladanan orang tua, pengawasan ketat, dan edukasi literasi digital sejak dini. Strategi utamanya meliputi pembatasan screen time, pendampingan saat berinternet, serta membangun komunikasi intensif untuk menanamkan nilai-nilai moral, seperti kejujuran, sopan santun, dan empati di dunia maya.

Menanamkan akhlak itu bukan tidak cukup hanya memberikan nasehat, tidak hanya memberikan ceramah, tetapi juga harus melalui keteladanan dan kita bisa mengingatkan anak untuk mengikuti akhlak Rasulullah SAW sebagai suri tauladan kita, sebagaimana Firman Allah SWT dalam Firmannya “ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS.al ahzab ayat: 21).

Maka Langkah-langkah praktis menanamkan akhlak mulia pada anak di era digital: Keteladanan Orang Tua (Uswah) dimana Orang tua adalah model utama. “ Jadilah teladan bijak dalam menggunakan teknologi, seperti tidak bermain gadget saat berbicara dengan anak dan menggunakan media sosial secara positif.kemudian harus ada Aturan dan Batasan yang Jelas, Terapkan batasan waktu (screen time) dan pantau aktivitas anak di dunia maya untuk menghindari konten negatif, Buat aturan penggunaan gawai agar anak tidak kecanduan”, Ungkap ust Syahrul.

Selain itu juga perlunya Pemanfaatan Teknologi untuk Edukasi, “ Gunakan konten digital positif, seperti aplikasi Al-Qur'an, podcast Islami, atau video edukasi untuk membentuk karakter, kemudian kuatkan Literasi Digital, dimana anak anak diajarkan untuk memilah informasi, mengenali bahaya hoaks, dan menjaga privasi data pribadi serta bangun sinergi antara Keluarga dan Sekolah, bangun kolaborasi antara orang tua dan sekolah untuk memantau perkembangan karakter anak secara konsisten”, Tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....