Dari Modal Kecil, UMKM Bisa Tembus Pasar Besar
- 12 Feb 2026 21:34 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - UMKM tidak selalu identik dengan kaki lima dan tidak selama berjualan di pasar senggol. UMKM bisa dari produksi produk rumahan, eceran dan penjulan dengan jumlah besar.
Hal ini di ungkapkan Ir. Arwan Tjahjadi (Owner Losari Grub & Bapak Angkat UMKM) dalam Obrolan Teras UMKM PRO 4 RRI Makassar edisi Rabu, 11 Februari 2026. Arwan menjelaskan UMKM adalah pengusaha kecil menengah yang mulai bangkit dengan modal yang kecil tetapi dengan kemauan yang keras bisa survive dan punya cerita di balik kesuksesan yang di raih, jika di flashback (kilas balik) dari para pengusaha sukses dan konglomerat yang punya usaha di awali dengan modal kecil.
“Bukankah perjalan berkilo kilo meter di mulai dari langkah pertama, jadi jika melangkah pertama pasti punya tujuan dengan inisiatif yang dimiliki maka harus punya keinginan dan kemauan yang keras serta konsisten, jadi dengan talenta yang dimiliki oleh para UMKM harus bisa memanfaatkan peluang yang terbuka walaupun bisnis atau usaha yang di jalaninya harus bergonta ganti dari usaha satu ke usaha yang lainnya,” ucap Arwan.
Menurut Arwan jika ingin menjadi pengusaha maka bergaullah dengan pengusaha karena dengan anda bergaul maka kesuksesan yang di raih bisa tercapai. Salah satu langkah yang di lakukan olehnya sebagai bapak angkat adalah membuka peluang untuk pengusaha UMKM yang ingin berjualan di wilayah Mandai-Maros Sulawesi Selatan bisa bergabung dan menempati tempat yang di beri nama Mandai Point.
Arwan menambahkan dengan di bukanya Mandai Point sudah ada belasan pengusaha UMKM yang berjualan di tempat tersebut contoh jualan makanan, aksesoris buatan pengusaha itu sendiri , cemilan kerupuk dan lain-lain, dengan tujuan agar para penumpang yang transit di Bandara Sultah Hasanuddin Makassar tidak perlu jauh-jauh mencari oleh-oleh”, tutup Arwan.
Terakhir, kesuksesan yang sejati adalah ketika bisnis mampu memberikan dampak sosial. Sebuah usaha kreatif yang hebat adalah yang mampu memberdayakan lingkungan sekitarnya, kolaborasi juga menjadi pilar yang tidak boleh diabaikan. Sang Bapak Angkat selalu mendorong UMKM untuk tidak berjalan sendirian. Jejaring (networking) dengan sesama pelaku kreatif, Dalam industri kreatif, sinergi seringkali menghasilkan inovasi yang tidak terduga dan bisa menguasai pasar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....