Jualan Pakai Cerita, Strategi Baru UMKM Tingkatkan Daya Beli

  • 23 Jan 2026 23:27 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, pelaku UMKM dituntut untuk tidak hanya menawarkan harga murah, tetapi juga mampu membangun kedekatan emosional dengan konsumen. Salah satu strategi yang kini banyak diterapkan adalah menjual produk dengan cerita, berbeda dengan cara menjual biasa yang hanya mengandalkan kalimat “Ayo beli, barangku murah”.

Dalam Obrolan Teras UMKM di Pro 4 RRI Makassar pada hari Kamis 22 Januari 2026, Pendamping Proses Produk Halal/Penyelia Halal, Heryany Lahe, SE., RHA, menjelaskan bahwa menjual dengan cerita atau storytelling mampu memberi nilai tambah pada sebuah produk. Cerita dapat berupa proses pembuatan, bahan baku yang digunakan, perjuangan pelaku usaha, hingga nilai-nilai yang melekat pada produk tersebut.

“Ketika penjual hanya mengatakan ‘murah’, konsumen biasanya akan membandingkan dengan harga lain. Tapi ketika penjual menyampaikan cerita di balik produk, konsumen tidak hanya membeli barang, melainkan juga membeli pengalaman dan kepercayaan,” ujar Heryany.

Menurutnya, menjual secara biasa cenderung bersifat satu arah dan fokus pada harga. Cara ini memang dapat menarik perhatian sesaat, namun kurang membangun loyalitas konsumen. Sebaliknya, menjual dengan cerita mampu menumbuhkan rasa kedekatan dan kepercayaan, terutama jika dikaitkan dengan aspek kualitas, kehalalan, dan keamanan produk.

“Cerita tentang bagaimana produk dibuat secara higienis, bahan yang halal dan terjamin, serta proses yang sesuai standar, akan membuat konsumen merasa lebih yakin. Ini penting, apalagi untuk produk pangan dan kosmetik,” tambahnya.

Heryany juga menekankan bahwa storytelling tidak harus berlebihan. Cerita harus jujur, sederhana, dan relevan dengan produk. Dengan begitu, pesan yang disampaikan terasa lebih autentik dan mudah diterima oleh konsumen.

Ia berharap pelaku UMKM mulai beralih dari pola jualan yang hanya mengandalkan harga murah, menuju strategi pemasaran yang lebih kreatif dan berorientasi pada nilai. “Harga bisa ditiru, tapi cerita dan nilai di balik produk itulah yang membuat usaha bertahan dan berkembang,” tutup Heryany.

Dengan pendekatan menjual pakai cerita, pelaku usaha tidak hanya bersaing soal harga, tetapi juga membangun identitas produk yang kuat di mata konsumen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....