Kopi Leluhur: Dari Petani Kopi Tembus Pasar Internasional
- 15 Mar 2025 11:57 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar : Kopi Leluhur, sebuah merek kopi yang lahir dari warisan turun-temurun keluarga petani kopi di Toraja, Sulawesi Selatan, telah menjelma menjadi salah satu merek kopi lokal yang sukses. Di balik kesuksesannya, terdapat perjalanan panjang dan inspiratif yang dipelopori oleh pemiliknya, Ade Sri Rahayu yang berhasil mengubah tradisi keluarga petani kopi menjadi bisnis modern yang mendunia.
Ade Sri Rahayu adalah generasi ketiga dari keluarga petani kopi. Setelah menempuh pendidikan di Jakarta, ia memutuskan untuk kembali ke kampung halaman dan mengembangkan bisnis keluarga.
Dengan tekad kuat dan semangat pantang menyerah, ia berhasil mengubah Kopi Leluhur menjadi merek kopi yang dikenal luas. Keluarga Ade Sri Rahayu telah menjadi petani kopi selama beberapa generasi. Awalnya, mereka hanya menjual biji kopi mentah (green bean) kepada pedagang tanpa memiliki brand sendiri.
Namun, setelah menyelesaikan pendidikan SMA dan kuliah, Ade Sri Rahayu memutuskan untuk mengembangkan bisnis keluarga. Pada tahun 1993, bersama sang kakak, ia mulai mengolah biji kopi menjadi produk yang lebih bernilai.
“Awalnya kami hanya menjual green bean tanpa brand. Baru pada tahun 2009, setelah mengikuti berbagai pelatihan dari dinas terkait, saya memutuskan untuk membuat inovasi produk,” ujar Ade Sri Rahayu, Sabtu (8/3/2025).
Inovasi tersebut adalah mengolah biji kopi menjadi kopi bubuk, yang kemudian dipasarkan dengan kemasan sederhana.
Tahun 2009 menjadi titik balik bagi bisnis Kopi Leluhur. Ade Sri Rahayu terpilih untuk mengikuti program pelatihan di Jepang yang dibiayai oleh JAICA (Japan International Cooperation Agency) melalui dinas P3ED.
Selama 18 hari, ia mempelajari manajemen bisnis dan perkembangan usaha di Jepang. “Pengalaman di Jepang membuka wawasan saya tentang pentingnya inovasi dan branding,” ungkapnya.
Setelah kembali ke Indonesia, kelahiran 24 Agustus 1976 ini mulai mengembangkan produk kopi bubuk dengan kemasan yang lebih baik. Pada tahun 2011, ia resmi meluncurkan brand Kopi Leluhur, yang terinspirasi dari warisan turun-temurun keluarga petani kopi.
“Leluhur dipilih karena mencerminkan akar bisnis kami yang berasal dari nenek moyang,” jelasnya.
Kopi Leluhur mulai dikenal luas setelah Ade Sri Rahayu mengikuti pameran di PRJ (Pekan Raya Jakarta). Dengan menyajikan kopi seduh tradisional menggunakan alat sederhana, ia berhasil menarik perhatian pengunjung.
“Orang-orang penasaran dengan kopi kami karena rasanya yang khas dan original,” ujarnya. Harga yang terjangkau, yaitu Rp10.000 per gelas, juga menjadi daya tarik tersendiri.
Tak hanya di dalam negeri, Kopi Leluhur juga mulai menembus pasar internasional. Ade Sri Rahayu mengaku telah mengirim produknya ke beberapa negara seperti Malaysia dan Mesir. “Kami terus berupaya meningkatkan kualitas dan ekspansi pasar,” ujarnya.
Kolaborasi Antar UMKM

Kopi Leluhur, sebuah merek kopi yang lahir dari warisan turun-temurun keluarga petani kopi di Toraja, Sulawesi Selatan, telah menjelma menjadi salah satu merek kopi lokal yang sukses. (rri.co.id/Aan Ariska)
Seiring perkembangan bisnis, Ade Sri Rahayu terus berinovasi. Pada tahun 2023, ia meluncurkan produk baru, yaitu Kopi 3 in 1, yang terdiri dari kopi, creamer nabati dari singkong, dan gula aren. “Creamer nabati ini lebih sehat dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Produk ini merupakan hasil kolaborasi dengan UMKM lokal yang memproduksi creamer dan gula aren. Selain itu, Kopi Leluhur juga menawarkan berbagai varian kopi, seperti Arabica, Robusta, dan Blend. “Arabica masih menjadi varian terlaris, terutama bagi penikmat kopi,” ujarnya.
Ade Sri Rahayu mengaku mendapat banyak dukungan dari BRI dalam mengembangkan bisnisnya. “BRI memberikan pelatihan, pendampingan, dan akses ke pameran nasional maupun internasional,” ujarnya.
Dukungan ini membantu Kopi Leluhur meningkatkan kualitas produk dan memperluas jaringan pemasaran.
Meski sukses, Ade Sri Rahayu mengakui bahwa bisnis kopi tidak lepas dari tantangan. “Tantangan terbesar adalah menjaga ketersediaan bahan baku dan mempertahankan kualitas,” ujarnya.
Namun, ia optimis bahwa Kopi Leluhur akan terus berkembang. “Kami berharap bisa semakin dikenal di pasar internasional dan terus memberikan manfaat bagi petani kopi lokal,” tutupnya.***
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....