Tradisi Maulid di Sulawesi Selatan, Perpaduan Nilai Agama dan Budaya
- 19 Sep 2026 16:39 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar- Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu tradisi keagamaan yang masih kuat dilaksanakan masyarakat di Sulawesi Selatan. Peringatan kelahiran Rasulullah SAW tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi, tetapi juga menjadi bagian dari budaya masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam obrolan IKATTE RRI Makassar, Kamis, 17 September 2026, bersama Daeng Nurung dan Ibu Syasya, Anggota FKP RRI Makassar. “Maulid bagi masyarakat Sulawesi Selatan bukan hanya sebuah perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Daeng Nurung.
Pelaksanaan tradisi Maulid di berbagai daerah di Sulawesi Selatan memiliki bentuk dan ciri khas masing-masing. Masyarakat biasanya berkumpul di masjid, rumah, maupun tempat tertentu untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang diisi dengan pembacaan Barzanji, doa bersama, tausiah, serta makan bersama.
Tradisi tersebut menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan sosial. “Setiap daerah bisa memiliki cara yang berbeda dalam melaksanakan Maulid, namun tujuan utamanya tetap sama, yaitu mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah,” kata Syasya.
Salah satu hal yang menarik dalam tradisi Maulid di Sulawesi Selatan adalah kehadiran berbagai sajian makanan yang dipersiapkan secara bersama-sama oleh masyarakat. Hidangan tersebut tidak sekadar menjadi pelengkap acara, tetapi juga mencerminkan semangat berbagi dan gotong royong.
Masyarakat saling membantu mempersiapkan makanan untuk kemudian dinikmati bersama setelah rangkaian acara selesai. “Di balik hidangan Maulid terdapat nilai kebersamaan, karena masyarakat ikut berpartisipasi dan saling berbagi sesuai kemampuan masing-masing,” jelas Daeng Nurung.
Selain menjadi kegiatan keagamaan, tradisi Maulid juga menjadi sarana memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Anak-anak dan remaja dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan sehingga mereka mengenal tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Dengan demikian, Maulid dapat menjadi ruang pembelajaran mengenai agama, budaya, sopan santun, dan kebersamaan. “Generasi muda perlu dilibatkan agar mereka tidak hanya mengetahui Maulid sebagai sebuah acara, tetapi juga memahami nilai budaya dan keteladanan yang ada di dalamnya,” ungkap Ibu Syasya.
Dalam konteks budaya Sulawesi Selatan, tradisi Maulid juga memperlihatkan eratnya hubungan antara nilai keagamaan dengan kehidupan sosial masyarakat. Semangat saling menghormati, membantu sesama, dan menjaga hubungan kekeluargaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaannya.
Nilai-nilai tersebut dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya ketika peringatan Maulid berlangsung. “Yang paling penting bukan hanya bagaimana Maulid dilaksanakan, tetapi bagaimana pesan kebaikan dari peringatan tersebut bisa diterapkan setelah acara selesai,” tutur Daeng Nurung.
Perkembangan zaman juga menjadi tantangan tersendiri dalam mempertahankan tradisi Maulid agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya. Pelestarian tradisi tidak berarti harus menolak perubahan, melainkan menjaga nilai-nilai utama sambil menyesuaikan pelaksanaannya dengan kondisi masyarakat saat ini.
Tradisi boleh berkembang mengikuti zaman, tetapi nilai kebersamaan, silaturahmi, rasa syukur dan keteladanan Nabi harus tetap dipertahankan. Tradisi Maulid di Sulawesi Selatan dapat dipandang sebagai salah satu bentuk kekayaan budaya yang memiliki nilai keagamaan sekaligus sosial.
Peringatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi, berbagi, bergotong royong, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW. Melalui acara ikatte, daeng Nurung mengajak kita jadikan Maulid bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan dan menghadirkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan kita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....