Makna Kemerdekaan di Usia 81 Tahun Bagi Generasi Muda

  • 17 Agt 2026 12:24 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia Dimaknai oleh Generasi Muda sebagai momentum untuk menghargai perjuangan pahlawan dan mengisi kemerdekaan dengan kontribusi nyata. Hal tersebut disampaikan dalam dialog interaktif Makassar Menyapa Pagi Pro 1 RRI Makassar, Senin (17/8/2026).

Sri Wulandari mengatakan, kemerdekaan tidak sebatas upacara, perlombaan, atau memasang bendera. Menurutnya, generasi muda memiliki kesempatan untuk belajar, mengembangkan diri, menyampaikan pendapat, berkarya, dan mempersiapkan masa depan.

“Perjuangan di masa kini tidak lagi dilakukan dengan senjata, melainkan melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, kreativitas, prestasi, dan kontribusi yang nyata,” kata Sri saat dimintai pendapatnya tentang Makna Kemerdekaan bagi generasi muda.

Sri menilai, generasi muda juga memiliki tanggung jawab untuk menggunakan teknologi secara bijak serta menjaga toleransi dan persatuan. Ia berharap kesempatan yang diperoleh melalui kemerdekaan dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa.

Sementara itu, anak muda lainnya bernama Ines, memaknai kemerdekaan sebagai kebebasan yang harus disertai tanggung jawab. Ia menilai perkembangan teknologi, derasnya informasi, dan berbagai persoalan sosial menjadi tantangan yang perlu dihadapi generasi muda.

“Menurut saya sebagai generasi muda, saya memaknai kemerdekaan dengan tidak hanya mengkritik keadaan, tetapi juga bagaimana kita berusaha memberikan kontribusi,” ujar Ines. Ia mencontohkan penggunaan media sosial secara bijak dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

pendapat dari Generasi muda lainnya, Nur Fadilah, mengatakan perjuangan para pahlawan yang telah menghasilkan kemerdekaan kini menjadi tanggung jawab generasi muda. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran intelektual dengan belajar, menyampaikan pendapat, berdiskusi, serta memberikan gagasan dan solusi bagi persoalan masyarakat.

“Kemerdekaan yang telah diperoleh harus diisi dengan ilmu, pemikiran, dan tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Nur Fadilah. Ia menambahkan, mahasiswa tidak hanya dituntut belajar di ruang kelas, tetapi juga perlu peka terhadap kondisi masyarakat dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....