Komite Sekolah Dinilai Efektif Optimalkan Operasional Sekolah
- 19 Jun 2026 08:25 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Partisipasi aktif masyarakat, khususnya orang tua siswa melalui komite sekolah, dianggap menjadi strategi efektif agar sekolah dapat tetap beroperasi secara optimal. Demikian disampaikan Prof. Dr. Abdul Saman, Pengamat Pendidikan dari Universitas Negeri Makasaar UNM saat berbincang terkait tata kelola Dana BOS lewat Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi, Kamis, 18 Juni 2026.
Dikatakan, komite sekolah berperan sebagai mitra strategis yang fleksibel dalam membantu sekolah memenuhi kebutuhan mendesak dan operasional, menjadi pilar penting dalam menutupi celah pendanaan yang tidak terakomodasi oleh dana Bantuan Operasional Sekolah BOS.
"Itulah pentingnya ada komite, komite harus hadir sebagai pendamping sekolah yang penting dananya dikelola dengan transparan dan tidak mengikat," ungkap Prof Saman, Pengamat Pendidikan dari Universitas Negeri Makasaar UNM kepada RRI.
Penerapan sistem sumbangan sukarela yang dikelola komite sekolah dinilai lebih solutif. Melalui mekanisme ini, orang tua siswa tidak terbebani secara paksa, melainkan memberikan kontribusi sesuai dengan kerelaan hati masing-masing, yang nantinya dipergunakan untuk kebutuhan pendidikan yang tidak diakomodasi juknis BOS.
Prof Saman mengatakan bahwa Keberhasilan pengelolaan pendidikan dengan melibatkan partisipasi masyarakat ini terbukti nyata di lapangan. Sekolah-sekolah yang mampu mengelola dana komite secara transparan dan terbuka cenderung menunjukkan prestasi yang lebih baik dibandingkan sekolah yang hanya bergantung pada kucuran dana BOS semata.
Namun, kendala utama dalam mendorong partisipasi ini adalah resistensi masyarakat terhadap pemungutan biaya sekolah. Banyak pihak yang masih beranggapan bahwa pendidikan di sekolah negeri haruslah sepenuhnya gratis, sehingga enggan untuk ikut serta menyumbang bagi perbaikan fasilitas sekolah.
Lebih lanjut Prof Saman menyarankan agar kepala sekolah secara aktif melakukan pendekatan transparan dengan mengumpulkan orang tua untuk memaparkan rencana kebutuhan sekolah selama satu tahun. Komunikasi yang jujur mengenai peruntukan dana BOS dan kebutuhan tambahan yang belum terpenuhi dapat membantu membangun kepercayaan orang tua.
Langkah ini diharapkan mampu mengubah paradigma masyarakat tentang sumbangan untuk pendidikan. Dengan adanya kesepakatan dan kejelasan pengelolaan, sumbangan sukarela yang tidak mengikat dapat menjadi solusi konkret bagi sekolah untuk terus berinovasi dan maju tanpa harus takut terjerat masalah hukum.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....