Sekolah Rakyat Sebagai Inisiatif Pendidikan Alternatif
- 13 Mei 2025 07:37 WIB
- Makassar
KBRN,Makassar: Keberadaan Sekolah Rakyat sebagai inisiatif pendidikan alternatif yang menjadi bagian program pengentasan kemiskinan terus menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Di tengah upaya pemerintah mengatasi jurang ketimpangan pendidikan, banyak yang melihat Sekolah Rakyat sebagai harapan baru, namun tak sedikit pula yang meragukan efektivitasnya dalam skala yang lebih luas.
Dalam Opini Publik Makassar Pagi Edisi Selasa, 13 Mei 2025 beragam tanggapan masyarakat mengenai program sekolah rakyat ini. Upi di Bone menyambut baik apa yang telah dilakukan oleh pemerintah dengan adanya sekolah rakyat ini karena dapat mengurangi angka putus sekolah yang ada di daerah termasuk Sulawesi selatan. dikatakan bahwa yang menjadi tantangan saat ini ialah bagaimana merubah mindset orangtua maupun anak agar tetap bersekolah karena putus sekolah sudah menjadi budaya di kalangan masyarakat terutama anak perempuan. “kebanyakan anak perempuan kalau sudah tumbuh besar sudah disuruh berhenti sekolah agar tidak ada ongkos begitupun anak yang orangtuanya pedagang disuruh berhenti sekolah untuk membantu orangtuanya cari uang,” ujar Upi.
Berbeda dengan Upi, Jono di Makassar justru memiliki pendapat yang berbeda. Menurutnya kehadiran sekolah rakyat seharusnya bukan menjadi solusi ketimpangan pendidikan saat ini tetapi adanya biaya pendidikan yang memberatkan masyarakat. Ada baiknya anak-anak yang putus sekolah dimasukkan ke sekolah negri saja. Dikatakan oleh Jono bahwa dengan kehadiran sekolah rakyat ini semua fasilitas, kualitas dan standarnya harus sama dengan sekolah lainnya. “harus sama dong, fasilitasnya sama, kualitasnya juga, dan standarnya juga harus sama,” kata Jono.
Iwan warga Pare-pare sependapat dengan pendapat Jono di Makassar, dari segi kualitas dan fasilitas yang ada di sekolah rakyat harus sama dengan yang ada di sekolah lainnya. Iwan juga menyampaikan bahwa sebenarnya terlalu banyak program yang ada sehingga kekhwatiran anggaran ditakutkan akan membebani Negara. “terlalu banyak program ini dari pusat tetapi jangan sampai anggarannya nanti akan membebani daerah ini yang menjadi kekhawatiran masyarakat,” Kata Iwan.
Ahmad di Makassar saat juga bergabung dalam Opini Publik Makassar Pagi mengatakan sebenarnya belum saatnya ada sekolah rakyat justru untuk meniadakan ketimpangan pendidikan harus lebih memaksimalkan sekolah negri saja. Tidak ada lagi biaya-biaya di lingkungan sekolah yang memberatkan orang tua sehingga tidak ada lagi anak yang putus sekolah. “jadi menurut saya harus lebih memaksimalkan sekolah negri saja dalam hal ini tidak ada ongkosnya di dalam sekolah,” kata Ahmad kepada RRI.