Baju Bodo Modern Antara Inovasi dan Penghormatan Tradisi
- 14 Feb 2025 19:28 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar : Beberapa hari ini ramai di media sosial akun putra-putri sulsel pamerkan desain baju bodo dengan sarung sependek rok mini, memicu perdebatan tentang batasan modifikasi pakaian adat. Generasi muda semakin berani berinovasi dengan baju bodo, namun tidak semua pihak setuju dengan perubahan yang dianggap terlalu merubah konsep desain baju bodo sesuai filosofinya.
Terkait hal itu budayawanpun angkat bicara mengenai trend baju bodo modern, dengan menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi dan nilai - nilai tradisional. Budayawan muda asal sulawesi selatan, Abdi mahesa mengatakan, "secara praktis ini tidak sesuai dengan latar belakang diciptakannya pakaian adat itu sendiri, dan dari sisi etis tentu ini sangat menciderai dan merusak nilai dan filosofi yang melekat pada atribut yang mereka kenakan. Sebab menampilkan sisi erotisme yang tidak sepadan dengan nilai siri yang fundamental dimiliki oleh masyarakat, " ucapnya Jumat (14/2/2025).
Dijelaskan, apakah konteks ini dapat di terima perubahannya dalam pelestarian budaya, Abdi mahesa menyebutkan, "Sangat tidak dapat diterima karna ini akan berpeluang terjadinya modifikasi dan kreatifitas yang liar sehingga akan berperan mempercepat pudarnya semangat siri dan ruang pemaknaan adab dan tata krama dalam berpakaian, " ujarnya.
Upaya yang di lakukan para budayawan Sulawesi selatan untuk menjaga pelestarian baju adat ini, yakni dengan melakukan sosialisasi terutama melalui Dekranasda agar memberikan arah dan panduan agar para desainer lokal tidak salah persepsi dalam menerjemahkan seni pada pakaian tradisional.
Untuk menjaga keseimbangan antara inovasi dan pelestarian nilai nilai tradisional dalam konteks baju bodo, dikatakan Abdi mahesa adalah keseimbangan, "memang diterima sebagai suatu perubahan dan perkembangan, sepanjang sesuai dengan nilai siri dan syariat agama islam yang memuliakan pemakainya." Tutupnya.