Akademi PSM Kembali ke Makassar, Bina 150 Talenta Muda

  • 01 Sep 2026 09:00 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Manajemen PSM Makassar kembali mengaktifkan Akademi PSM di Makassar. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan dan regenerasi pemain muda.

Manajer PSM Makassar Muhammad Nur Fajrin mengatakan, Akademi PSM sebelumnya berpusat di Mamuju. Kini, akademi kembali dikembangkan di Makassar sebagai bagian dari program pembinaan jangka panjang.

Selama dua tahun terakhir, manajemen PSM memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan akademi. Manajemen juga menunjuk Akbar Rasyid sebagai Direktur Akademi PSM Makassar.

Fajrin mengatakan, proses penjaringan talenta dilakukan melalui talent scouting di 11 kabupaten dan kota di Pulau Sulawesi. Dari proses tersebut, sebanyak 1.467 anak telah terdata.

Dari jumlah tersebut, sekitar 150 talenta terpilih untuk mengikuti program pembinaan. Mereka akan dibina dalam kelompok usia 16, 18, dan 20 tahun.

“Jadi bukan lagi bilang ini akademinya PSM hanya untuk ikut ajang turnamen saja, enam bulan setelah itu bubar. Tidak,” ujar Muhammad Nur Fajrin.

Direktur Akademi PSM Akbar Rasyid mengatakan, pembinaan pemain tidak hanya berfokus pada kemampuan bermain sepak bola. Menurutnya, terdapat empat aspek yang harus dipenuhi pemain, yakni teknik, taktik, fisik, dan mental.

“Jadi, ada empat aspek yang pemain harus penuhi. Di antaranya aspek technical, tactical, physical, dan yang penting lagi aspek mental,” kata Akbar.

Akbar menilai aspek mental menjadi salah satu perhatian utama dalam pembinaan pemain muda. Hal tersebut terlihat ketika dua pemain Akademi PSM mendapat panggilan untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas U-20.

“Yang pertama ditanyakan itu bukan dari segi permainannya dulu, tapi lebih ke attitude-nya, bagaimana attitude-nya,” ujarnya.

Akbar mengatakan, pembinaan selama dua tahun terakhir juga diarahkan untuk membentuk karakter pemain. Ia ingin mengubah pandangan terhadap pemain muda asal Makassar yang sebelumnya dinilai memiliki karakter keras di lapangan.

Menurut Akbar, perubahan sikap tersebut mulai terlihat dalam pembinaan Akademi PSM. Ia menyebut para pemain kini mendapat penilaian positif dari pelatih tim nasional.

“Dua tahun terakhir ini, anak-anak Akademi PSM semua anak manis,” kata Akbar.

Ia berharap perubahan tersebut terus dipertahankan oleh para pemain. Pembinaan karakter dinilai penting agar talenta muda PSM tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga sikap yang baik.

Program pembinaan Akademi PSM berlangsung selama satu tahun dengan evaluasi berkelanjutan. Program tersebut melibatkan sejumlah mantan pemain dan pelatih PSM.

Mereka di antaranya Akbar Rasyid, Syamsul Chaeruddin, Ronald Fagundez, Budiman Buswir, Tamsil, dan Wasiat. Para pelatih tersebut menangani proses pembinaan pemain berdasarkan kelompok usia.

Diharapkan program tersebut dapat melahirkan lebih banyak talenta lokal Sulawesi. Para pemain terbaik nantinya diharapkan mampu memperkuat tim senior PSM Makassar.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....