Exco Perwasitan PSSI Sulsel Soroti Intimidasi Terhadap Wasit di Makassar

  • 05 Agt 2026 17:26 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar : Tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap perangkat pertandingan, khususnya wasit, menjadi perhatian Asprov PSSI Sulawesi Selatan setelah insiden yang terjadi dalam kejuaraan sepakbola Walikota Cup 2026 Makassar. Kejadian tersebut dinilai tidak seharusnya terjadi karena setiap persoalan pertandingan dapat diselesaikan melalui mekanisme dan aturan yang berlaku.

Insiden tersebut melibatkan salah satu pemain yang melakukan tindakan kekerasan terhadap wasit ketika pertandingan berlangsung. Kejadian itu kemudian menjadi perhatian pihak Asprov PSSI Sulsel selaku induk organisasi sepakbola di Sulawesi Selatan, terutama karena keamanan dan penghormatan terhadap perangkat pertandingan merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan kompetisi.

Exco Bidang Perwasitan PSSI Sulsel, Rahdan Rahman, menyampaikan keprihatinannya terhadap tindakan kekerasan yang menimpa perangkat pertandingan. Menurutnya, wasit memiliki tugas penting dalam menjaga jalannya pertandingan agar berlangsung sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.

Rahdan menilai tindakan intimidasi maupun kekerasan terhadap wasit tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Setiap pemain, tim, maupun pihak yang terlibat dalam pertandingan diharapkan mampu menghormati keputusan perangkat pertandingan serta menjaga sportivitas selama kompetisi berlangsung.

“Kami sangat prihatin terhadap adanya tindakan kekerasan tersebut,” ujar Rahdan Rahman.

PSSI Sulsel selanjutnya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap prosedur dan regulasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan pertandingan. Evaluasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai berbagai hal yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan keamanan perangkat pertandingan dalam kompetisi sepakbola.

Selain melakukan evaluasi, pihaknya juga akan mengusulkan sejumlah langkah yang dinilai diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Menurut Rahdan, penyelenggara pertandingan perlu memastikan adanya prosedur keamanan yang memadai sehingga perangkat pertandingan dapat menjalankan tugasnya dengan aman dan profesional.

Rahdan berharap penyelenggaraan berbagai kejuaraan sepakbola berikutnya dapat berlangsung lebih tertib dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat agar menyelesaikan setiap persoalan melalui aturan yang tersedia, bukan dengan tindakan intimidasi maupun kekerasan terhadap perangkat pertandingan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....