Sepatu Bolong, Kurang Gizi, Hambatan Ekonomi Ancam Bibit Pemain Bola Indonesia
- 26 Apr 2026 03:27 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Hambatan ekonomi masih menjadi tembok tebal yang menghalangi lahirnya pemain sepak bola berbakat dari Indonesia, demikian diungkapkan pengamat sepak bola Mirdan Midding dalam Dialog Interaktif Makassar Menyapa di Pro 1 RRI Makassar, Jumat 24 April 2026. Banyak bibit pemain berpotensi terpaksa berlatih dengan sepatu berlubang dan pulang latihan tanpa asupan gizi yang memadai.
Mirdan menyebut kisah pesepak bola timnas Arhan Pratama sebagai gambaran nyata kondisi tersebut. Orang tua Arhan harus meminjam uang dari tetangga hanya untuk membelikan sepatu bagi anaknya.
"Banyak bibit bagus yang terbentur karena ekonomi," ujar Mirdan Midding, pengamat sepak bola, dalam Dialog Interaktif Makassar Menyapa, Jumat 24 April 2026.
Mirdan menjelaskan, usai berlatih sebagian pemain muda hanya bisa mengonsumsi mie instan tanpa lauk bergizi, sementara daging menjadi kemewahan yang sulit dijangkau. Kondisi ini bertolak belakang dengan kebutuhan dasar atlet yang mencakup asupan fisik, gizi, mental, dan fasilitas istirahat yang layak.
Mantan pelatih PSM Makassar Syamsuddin Umar mendorong pemerintah membangun akademi sepak bola yang seluruh kebutuhannya ditanggung negara, seperti yang diterapkan China sejak usia enam tahun hingga jenjang universitas. Syamsuddin juga menyoroti mahalnya biaya sertifikasi pelatih yang justru menghambat guru olahraga di sekolah untuk aktif melatih generasi muda.
Program sekolah sepak bola Garuda yang digagas pemerintah dinilai sudah berada di jalur yang benar, namun perlu diperbanyak dan diperluas ke seluruh pelosok Indonesia agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....