Pembinaan Usia Dini Jadi Kunci Kemajuan Sepak Bola

  • 24 Apr 2026 14:12 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Momentum Piala Dunia FIFA dinilai harus diikuti dengan langkah konkret dalam memperkuat sistem pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pemain muda berbakat di berbagai daerah.

Hal tersebut kembali ditegaskan oleh Mantan pelatih Team PSM Makassar Syamsuddin Umar yang menilai bahwa keberhasilan suatu negara dalam sepak bola tidak terlepas dari sistem pembinaan yang dimulai sejak usia muda secara terstruktur, berkelanjutan, dan didukung oleh ekosistem yang kuat dari berbagai pihak terkait.

Menurutnya, proses pembinaan harus dimulai dari penguasaan teknik dasar, penguatan fisik, serta pembentukan mental bertanding yang matang agar pemain dapat berkembang secara optimal dan siap menghadapi berbagai level kompetisi yang semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

“Pembinaan harus dimulai dari dasar, dari teknik, fisik, hingga mental. Semua harus dipersiapkan dengan baik agar pemain siap bersaing di kompetisi yang sehat,” jelasnya dalam dialog bersama RRI pada Jumat, 24 April 2026.

Ia juga menekankan pentingnya peran sekolah sepak bola dan klub lokal dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang kondusif, sehingga pemain muda dapat berkembang dengan dukungan pelatih yang kompeten serta program latihan yang terarah dan berkesinambungan.

Selain itu, dukungan dari pemerintah daerah serta asosiasi sepak bola juga sangat dibutuhkan untuk memastikan keberlanjutan program pembinaan yang mampu mencetak generasi pemain yang berkualitas dan berdaya saing tinggi dalam jangka panjang.

Syamsuddin juga menyoroti pentingnya memperhatikan aspek kesehatan dan keseimbangan latihan bagi para atlet muda, agar proses pembinaan tidak hanya berorientasi pada prestasi semata, tetapi juga menjaga kondisi fisik dan mental pemain secara menyeluruh.

Menurutnya, pendekatan yang terlalu berlebihan dalam latihan tanpa memperhatikan kondisi atlet justru berpotensi menghambat perkembangan pemain dan meningkatkan risiko cedera yang dapat memengaruhi karier mereka di masa depan.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa keberhasilan pembinaan tidak hanya ditentukan oleh kualitas latihan, tetapi juga oleh sistem kompetisi yang sehat dan berjenjang, sehingga pemain memiliki ruang untuk mengasah kemampuan secara bertahap sesuai dengan usia dan tingkat perkembangan mereka.

Dengan pembinaan yang terencana, dukungan yang kuat, serta pemanfaatan momentum Piala Dunia secara maksimal, diharapkan Sulawesi Selatan dapat terus melahirkan talenta-talenta sepak bola unggul yang mampu berprestasi dan membawa nama daerah serta Indonesia ke kancah yang lebih tinggi.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....