Birokrasi Rumit Hambat Minat Calon Pesepakbola Sulsel
- 18 Apr 2026 17:35 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Fleksibilitas birokrasi yang dinilai masih rumit menjadi salah satu faktor yang menghambat perkembangan sepak bola di Sulawesi Selatan. Kondisi ini membuat sejumlah pemain berbakat enggan bergabung dalam kompetisi resmi yang berada di bawah naungan PSSI.
Berdasarkan pengamatan pelaku sepak bola lokal, lebih dari 60 persen pemain amatir di Sulawesi Selatan memilih bermain di pertandingan antar kampung atau tarkam dibandingkan mengikuti liga resmi. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara sistem pembinaan formal dan realitas di lapangan.
Permasalahan birokrasi tersebut terutama dirasakan oleh tim-tim amatir yang menghadapi berbagai proses administrasi yang dianggap belum efisien, mulai dari pendaftaran pemain hingga regulasi kompetisi yang dinilai kurang fleksibel.
Mantan pesepak bola nasional asal Sulawesi Selatan, Hendra Ridwan, menilai bahwa kondisi ini menjadi salah satu penyebab banyaknya talenta muda yang tidak terserap dalam sistem pembinaan yang terstruktur.
Menurutnya, selain faktor birokrasi, aspek ekonomi juga menjadi pertimbangan utama. Dalam pertandingan tarkam, seorang pemain bahkan bisa memperoleh pendapatan dalam waktu singkat dibandingkan harus mengikuti kompetisi resmi yang lebih panjang.
“Selain faktor keuntungan yang lebih cepat, pemain juga merasa lebih bebas dan tidak terikat ketika bermain di luar kompetisi resmi. Ini menjadi tantangan serius bagi pembinaan sepak bola kita,” jelasnya,Jumat, 18 April 2026.
Ia menambahkan bahwa jika kondisi ini terus berlanjut, maka potensi besar yang dimiliki oleh pemain muda Sulawesi Selatan berisiko tidak terpantau oleh sistem pembinaan nasional.
Oleh karena itu, diperlukan reformasi birokrasi yang lebih sederhana dan adaptif agar mampu menarik kembali minat pemain untuk bergabung dalam kompetisi resmi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....