Pesta Bola Dunia RRI Dinilai Jangkau Daerah Minim Akses

  • 18 Apr 2026 14:36 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar– Radio Republik Indonesia memastikan akan menyiarkan pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 melalui program khusus bertajuk “Pesta Bola Dunia” yang akan menemani masyarakat Indonesia selama turnamen berlangsung. Kehadiran siaran radio ini menjadi alternatif penting bagi masyarakat, khususnya di daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap siaran televisi maupun platform digital berbasis internet.

Hal ini dikataka. Pengamat sepak bola Sulawesi Selatan, Mirdan Midding. Mirdan menilai radio masih memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi secara luas dan merata kepada masyarakat.

“Radio tetap relevan, terutama di wilayah yang akses medianya terbatas. Siaran Piala Dunia melalui radio akan memberikan pengalaman tersendiri bagi pendengar,” ujarnya, Sabtu , 18 April 2026.

Selain sebagai media informasi, siaran ini juga diharapkan mampu menghadirkan suasana pertandingan yang hidup melalui narasi dan deskripsi yang mendalam dari penyiar, sehingga pendengar tetap dapat merasakan atmosfer kompetisi secara emosional.

Melalui program ini, RRI diharapkan tidak hanya menghadirkan siaran olahraga, tetapi juga memperkuat perannya sebagai lembaga penyiaran publik yang memberikan layanan informasi berkualitas serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Program “Pesta Bola Dunia” direncanakan akan menghadirkan berbagai segmen menarik, mulai dari ulasan pra-pertandingan, laporan langsung jalannya pertandingan, hingga analisis pascalaga yang melibatkan pengamat sepak bola dan komentator berpengalaman.

Selain itu, RRI juga berupaya mengoptimalkan platform digitalnya untuk menjangkau generasi muda, sehingga siaran tidak hanya dinikmati melalui radio konvensional, tetapi juga melalui streaming dan media daring lainnya yang semakin berkembang di era digital saat ini.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di tiga negara tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, dengan partisipasi sebanyak 48 negara dari berbagai kawasan dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....