Piala Dunia FIFA 2026 Diwarnai Kekhawatiran Global

  • 18 Apr 2026 19:33 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Pelaksanaan Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 menghadapi berbagai tantangan akibat situasi global yang masih diliputi konflik di sejumlah wilayah. Turnamen ini akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Edisi 2026 menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya diikuti oleh 48 negara peserta, sehingga menghadirkan skala kompetisi yang lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya. Namun, kondisi global yang belum stabil dinilai dapat memengaruhi suasana penyelenggaraan.

Pengamat sepak bola Sulawesi Selatan, Mirdan Midding, menyampaikan bahwa konflik global berpotensi berdampak pada berbagai aspek, termasuk keamanan, mobilitas tim, serta antusiasme penonton dari berbagai negara.

Menurutnya, penyelenggara harus memastikan bahwa seluruh pertandingan dapat berlangsung dengan aman dan profesional sesuai standar yang ditetapkan oleh FIFA sebagai otoritas sepak bola dunia.

“Sepak bola tidak boleh kehilangan esensinya sebagai olahraga yang menyatukan. Semua pihak harus menjaga agar turnamen ini tetap berjalan dalam semangat fair play dan tidak terpengaruh kepentingan politik,” katanya, Sabtu , 18 April 2026.

Ia juga menambahkan bahwa netralitas olahraga merupakan prinsip utama yang harus dijaga agar kompetisi tetap kredibel dan tidak menimbulkan polemik di tingkat internasional.

Dengan berbagai dinamika tersebut, Piala Dunia 2026 diharapkan tetap mampu memberikan tontonan berkualitas tinggi sekaligus menjadi ruang interaksi global yang positif di tengah tantangan yang ada.

Selain aspek teknis dan keamanan, kesiapan infrastruktur serta koordinasi lintas negara juga menjadi faktor krusial dalam menyukseskan penyelenggaraan turnamen berskala besar ini. Kolaborasi antara tiga negara tuan rumah menuntut sinergi yang kuat agar seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Di sisi lain, partisipasi 48 negara juga membuka peluang lebih besar bagi negara-negara berkembang untuk tampil di panggung dunia. Hal ini dinilai dapat meningkatkan daya tarik kompetisi sekaligus memperluas representasi global dalam sepak bola internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....