Kadis Peternakan Sulsel : IB Masih Memerlukan Manajemen Pemeliharaan
- 02 Feb 2024 14:16 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar : Pemerintah
Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan 3 kali lipat peningkatan populasi
ternak di tahun 2024 dengan memassifkan Program Inseminasi Buatan (kawin
suntik). Manfaat Program Inseminasi Buatan (IB) telah dilakukan sejak 10 tahun yang lalu.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Sulsel, drh. Nurlina Saking, M.Kes., M.H.,mengungkapkan manfaat yang diperoleh peternak dengan melakukan inseminasi buatan. Peternak tidak perlu tergantung pada ketersediaan pejantan. Hal tersebut dikarenakan dengan memelihara 1 ekor pejantan dibanding 4 ekor betina itu margin ekonominya sangat tipis. Karena pejantan ini yang harus dibiayai dan tidak boleh dijual.
“Program inseminasi
buatan ini, peternak tidak usah khawatir harus repot mengurus pejantan. Kalau mereka
punya sapi jantan bisa dijual untuk idul adha sehingga tidak ada biaya
pemeliharaan pejantan” ungkap Lina – panggilan akrabnya, dalam Kiprah Indonesia Pro 1 RRI Makassar, Kamis (1/2/2024).
Lebih lanjut Lina menjelaskan, kualitas yang dihasilkan ternak dari inseminasi buatan dinilai lebih baik karena benih yang tersedia untuk inseminasi buatan ini adalah dari sperma dari pejantan pejantan unggul sementara kalau ke yang sapi yang dipelihara oleh peternak biasanya performanya lebih kecil.
"Kalau ini kan memang dipelihara pejantan di Suatu unit pelaksana teknis pemerintah yang khusus sapi-sapi besar, dan kemudian peternak boleh memilih jenis apa yang diinginkan dan genetiknya," ungkap Lina.
Lina mengungkapkan di Sulawesi Selatan, system pemeliharaan menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan program inseminasi buatan. Masyarakat pada umumnya masih menerapkan system pemeliharaan ternak yang dilepas. Sistem tersebut terjadi karena tidak tersedia pakan. Olehnya itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Sulsel, drh. Nurlina mengatakan perlunya manajemen pemeliharaan.
“Bagaimana ketersediaan pakan, membangun kebijakan-kebijakan ketersediaan pakan di daerah sehingga ternaknya, mereka bisa pelihara di sekitarnya. Ternak tidak perlu lagi dilepas sehingga peternak tahu kapan sapinya birahi," kata Lina.
Lebih lanjut diungkapkan, Kebijakan dalam mendorong masyarakat mengembangkan pakan atau teknologi kesetersediaan pakan atau makanan ternak, akan membuat system pemeliharaan lebih baik. Hal ini juga akan memudahkan pelaksanaan inseminasi buatan sebagai salah satu cara peningkatan produksi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....