Literasi Digital Jadi Kunci Transformasi Digital Sulsel
- 07 Okt 2026 09:35 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Transformasi digital terus berkembang dan mulai mengubah cara masyarakat memperoleh layanan pemerintah, berkomunikasi, hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, perkembangan tersebut perlu diikuti kesiapan masyarakat agar layanan digital dapat dimanfaatkan secara aman, bijak, dan merata.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Diskominfo SP Sulawesi Selatan, Sultan Rakib, dalam program Literasi Digital RRI Pro 1 Makassar, Selasa, 6 Oktober 2026. Menurut Sultan, kesiapan digital di Sulawesi Selatan masih menghadapi tantangan infrastruktur, salah satunya keberadaan 422 titik blank spot yang tersebar di 24 kabupaten/kota.
Sultan Rakib menjelaskan, literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat atau aplikasi. Ada empat komponen yang harus berjalan selaras, yakni digital skill, digital ethics, digital culture, dan digital safety. Keempatnya diperlukan agar masyarakat tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami etika dan risiko di ruang digital.
"Digital skill itu kemampuan kita menggunakan teknologi. Kemudian digital ethics, bagaimana adab kita menggunakan teknologi. Ada digital culture, budaya kita bermedia sosial, dan digital safety, bagaimana kita menjaga keamanan data kita," jelas Sultan Rakib. Ia menambahkan, etika menjadi semacam rem agar teknologi tidak digunakan untuk aktivitas yang merugikan, seperti judi online maupun penipuan.
Menurut Sultan, transformasi digital juga telah mendorong perubahan dalam pelayanan pemerintahan. Ketika sistem pelayanan sudah terintegrasi secara digital, masyarakat seharusnya tidak lagi dibebani dengan membawa berkas fisik atau fotokopi yang sebenarnya sudah tersedia dalam sistem. Digitalisasi diharapkan membuat pelayanan menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien.
Perubahan teknologi juga berdampak pada pola kehidupan masyarakat. Salah satunya terlihat dari pergeseran penggunaan transportasi konvensional menuju layanan transportasi online. Sultan mengingatkan masyarakat, termasuk generasi yang lebih tua, untuk terus beradaptasi dan belajar agar tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi.
Di sisi lain, kemudahan layanan digital harus diimbangi dengan perlindungan data pribadi. Pemerintah berkomitmen menjaga keamanan data masyarakat melalui penerapan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, meski pengawasan yang lebih maksimal masih menunggu pembentukan lembaga independen atau komisi khusus. Sultan mengajak masyarakat Sulawesi Selatan terus meningkatkan kemampuan digital dengan menguasai empat elemen literasi digital, sehingga perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara produktif sekaligus aman.
“Masyarakat tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi kini harus menjadi pengguna digital yang terampil, beretika, berbudaya, dan mampu menjaga keamanan data pribadi. Kesiapan masyarakat menjadi kunci agar transformasi digital benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....