Kualitas Udara Bisa Kembali Memburuk, BMKG Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar
- 05 Okt 2026 09:40 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Masyarakat Kota Makassar diimbau tetap mewaspadai perubahan kualitas udara, meski pada 5 Oktober 2026 kondisi udara telah membaik ke level sedang. Hal tersebut disampaikan Prakirawan BMKG wilayah 4 Makassar, Rizky Yudha.
Rizky menyebut sebelumnya, kualitas udara sempat berada pada kategori tidak sehat akibat peningkatan konsentrasi PM2,5. Dijelaskan kondisi kualitas udara sangat dipengaruhi konsentrasi partikulat halus yang berada di atmosfer. "Semakin tinggi konsentrasi PM2,5, semakin buruk pula kualitas udara yang dirasakan masyarakat," kata Rizky, Senin, 5 Oktober 2026.
Menurutnya, peningkatan PM2,5 di Makassar dapat terjadi akibat asap yang terbawa angin dari sejumlah wilayah yang mengalami kebakaran lahan dan hutan, baik di Sulawesi Selatan maupun dari luar daerah. “Kondisi kualitas udara di Makassar beberapa hari lalu memang berada dalam kategori tidak sehat dikarenakan peningkatan konsentrasi PM2,5 yang tercatat di BMKG Makassar,” ujar Resky.
Ia menjelaskan, asap dapat berasal dari kebakaran lahan dan hutan di Sulawesi Selatan, di antaranya Bantaeng dan Pangkep. Selain itu, sumber asap juga dapat berasal dari Maluku, Papua maupun Kalimantan, bergantung pada arah dan kecepatan angin.
Kondisi tersebut dapat terlihat dari jarak pandang masyarakat. Jika udara tampak berkabut atau jarak pandang menjadi terbatas, hal itu dapat menjadi indikasi adanya konsentrasi partikel kering yang mengambang di udara.
Resky mengingatkan kondisi tersebut berbeda dengan cuaca mendung atau berawan. Mendung terjadi karena adanya kumpulan titik-titik air di atmosfer, sementara penurunan jarak pandang akibat kualitas udara dapat dipengaruhi partikel kering. “Kalau kualitas udara yang kurang bagus, saat kita melihat jauh pandangan kita kabur atau terbatas, itu disebabkan karena adanya konsentrasi partikel kering yang mengambang di udara. Jadi berbeda dengan mendung atau berawan,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara kembali meningkat hingga kategori tidak sehat atau lebih tinggi. Warga juga dianjurkan menggunakan masker dan mencukupi kebutuhan air minum, terlebih kondisi cuaca Makassar saat ini cenderung panas.
“Diimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi kualitas udara di Makassar kembali naik pada level tidak sehat ataupun lebih tinggi, memakai masker dan cukupi kebutuhan air minum,” katanya.
BMKG bersama BPBD, Pemerintah Kota dan Dinas Kesehatan terus melakukan koordinasi untuk memantau perubahan kualitas udara. Masyarakat juga diharapkan mengikuti informasi resmi BMKG, terutama ketika terjadi perubahan arah angin yang berpotensi membawa asap menuju Makassar dan wilayah Sulsel.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....