Hari Keempat, SAR Perluas Pencarian Pemancing Hilang
- 04 Okt 2026 20:04 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Bulukumba - Tim SAR gabungan memperluas wilayah pencarian terhadap Slamet, 50 tahun, pemancing yang dilaporkan hilang di perairan Bira, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Memasuki hari keempat operasi SAR, Minggu, 4 Oktober 2026, pencarian dilakukan dengan membagi wilayah operasi menjadi tiga sektor untuk memperbesar peluang menemukan korban.
Slamet dilaporkan berangkat seorang diri menggunakan perahu berwarna hijau bertuliskan “Cahaya Bira” pada Rabu, 3 Oktober 2026 sekitar pukul 16.00 WITA. Saat itu, korban mengenakan pakaian berwarna cokelat dan menuju kawasan perairan Pantai Kasuso Ara.
Korban diketahui biasanya kembali ke rumah sekitar pukul 01.00 WITA. Namun, hingga waktu yang diperkirakan, Slamet tidak kunjung pulang sehingga keluarga melakukan pencarian secara mandiri menggunakan tiga kapal.
Upaya tersebut belum membuahkan hasil. Keluarga kemudian melaporkan kejadian itu kepada Basarnas Makassar pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 11.30 WITA untuk mendapatkan bantuan pencarian.
Pada pencarian hari keempat, unsur yang terlibat meliputi Rescuer Pos SAR Bantaeng, TNI AL, Polairud, BPBD Bantaeng, serta masyarakat setempat.
SRU 1 menggunakan rubber boat untuk menyisir sektor pertama dengan luas sekitar 28 mil laut persegi, berangkat dari Pelabuhan Lembangkeke.
SRU 2 menggunakan speed boat dan melakukan pencarian di sektor kedua dengan luas sekitar 28 mil laut persegi, juga bergerak dari Pelabuhan Lembangkeke.
Sementara SRU 3 menggunakan kapal nelayan untuk menyisir sektor ketiga dengan luas sekitar 32 mil laut persegi. Tim bergerak dari Pelabuhan Larea-Rea.
Kepala Kantor Basarnas Makassar Muh. Arif Anwar mengatakan, perluasan pencarian dilakukan berdasarkan pemetaan Search and Rescue Mapping atau Sarmap dengan mempertimbangkan arah arus dan angin.
“Operasi hari keempat ini fokus pada perluasan area pencarian berdasarkan pola arah arus dan angin melalui sistem Sarmap. Kami membagi tim menjadi tiga SRU untuk memaksimalkan penyisiran di titik-titik krusial Perairan Bira hingga ke perbatasan wilayah sekitarnya,” ujar Muh. Arif Anwar.
Ia menambahkan, seluruh unsur yang terlibat terus melakukan penyisiran dan berkoordinasi untuk mempercepat proses pencarian korban.
“Seluruh unsur yang terlibat mulai dari Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, hingga masyarakat setempat terus berupaya optimal agar korban segera ditemukan,” katanya.
Hingga Minggu (4/10/2026), operasi pencarian masih berlangsung. Tim SAR gabungan juga terus memantau kondisi cuaca serta arah dan pergerakan arus laut di sekitar lokasi kejadian.(**)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....