Dinkes Sulsel Perkuat Kewaspadaan Aktivitas Influenza A
- 04 Okt 2026 14:04 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat kewaspadaan terhadap peningkatan aktivitas influenza A. Sejumlah langkah dilakukan, diantaranya pemantauan melalui surveilans influenza like illness dan infeksi saluran pernapasan berat. Langkah tersebut mengikuti arahan Kementerian Kesehatan. Masyarakat diminta waspada tanpa menimbulkan kepanikan.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, dr Evi Mustikawati Arifin. Ia menyatakan Kementerian Kesehatan telah memberika beberapa arahan, “Kami mengikuti surveillance dan arahan Kementerian Kesehatan, termasuk pemantauan kasus influenza like illness dan kasus infeksi saluran pernapasan berat,” ujarnya, Sabtu 3 Oktober 2026
Menurutnya, secara nasional, Kemenkes menyampaikan bahwa memang terjadi peningkatan aktivitas influenza, tetapi saat ini masih berada dalam rentang kewaspadaan dan belum menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan.Untuk itu, daerah diminta untuk memperkuat surveillance, kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan, juga tentunya deteksi dini serta penanganan kasus sesuai tingkat keparahannya. “Pada prinsipnya sekarang ini tetap waspada, namun tidak panik,” jelas Evi Mustikawati.
Lebih jauh, ia menyebutkan sampai saat ini belum ditemukan kasus influenza A, walaupun Kemenkes juga mencatat kenaikan aktivitas influenza pada Agustus sampai September 2026, namun masih sesuai dengan pola musiman yang selama ini terjadi di Indonesia dan juga di beberapa negara ASEAN.
“Kondisi cuaca yang ekstrim memang dapat mempengaruhi kondisi tubuh, misalnya menyebabkan kelelahan, kurang tidur atau dehidrasi, sehingga kita perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatan. Oleh karena itu, masyarakat tetap harus menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” jelas Evi Mustikawati.
Terkait dengan peningkatan kasus influenza kaitannya dengan kondisi musim kemarau atau el nino ini, Evi Mustikawari menjelaskan, pada prinsipnya influenza disebabkan oleh virus bukan semata -mata karena cuaca panas atau el nino, “Kita tidak bisa mengatakan bahwa panas secara langsung menyebabkan influenza A. Peningkatan Influenza memang dapat mengikuti pola musiman,” terangnya.
Sementara itu, mengenai masalah fasilitas pelayanan kesehatan Evi Mustikawati memastikan semua siap ,” Kami memastikan fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas sampai rumah sakit tetap siap melakukan deteksi dan pemeriksaan, pemantauan, serta penanganan pasien sesuai kondisi klinisnya. Kasus dengan gejala ringan umumnya dapat ditangani dengan istirahat dan terapi suportif, sedangkan pasien dengan gejala berat atau yang kelompok-kelompok beresiko ya tentu harus mendapatkan penanganan medis yang lebih lanjut.” Tegasnya
Sedangkan untuk obat anti virus, seperti Oseltamivir itu, Ia menyebutkan Kementerian Kesehatan sudah melakukan percepatan distribusi ke fasilitas pelayanan kesehatan.” Yang penting adalah kami sampaikan kepada masyarakat, Oseltamivir itu bukan obat yang dikonsumsi secara massal dan tidak boleh digunakan sendiri tanpa pemeriksaan dokter. Obat tersebut diprioritaskan sesuai indikasi medis terutama pada kasus berat dan kelompok beresiko tinggi,” paparnya.
Untuk itu, masyarakat diminta tidak perlu melakukan semacam panic buying.” Yang harus dilakukan seharusnya adalah memastikan ketersediaan obat di fasilitas kesehatan berdasarkan kebutuhan dan tentunya memperkuat kesiapan pelayanan,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....