Bioskop Legendaris Makassar Zaman Dulu
- 04 Okt 2026 05:00 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makasar - Hiburan berupa tontonan di bioskop rupanya sudah menjadi hal yang diminati masyarakat sejak dulu. Hal ini terungkap dalam ibrolan santai Pro4 RRI Makassar bersama epndengar dalam acara Baribasa. Mengusung tema khusus tentang bernostalgia di zaman bioskop tempo dulu, acara ini memantik antusiasme pendengar setia RRI.
Melalui udara, para pendengar diajak untuk memutar balik mesin waktu, mengenang kembali masa-masa ketika menonton film di bioskop menjadi salah satu hiburan paling bergengsi di Kota Makassar. Topik ini langsung menarik perhatian publik lintas generasi yang ingin bernostalgia.
Kota Makassar pada era 1970-an hingga 1980-an dikenal memiliki banyak sekali gedung bioskop legendaris yang menjadi pusat berkumpulnya muda-mudi dan keluarga. Sebut saja nama-nama bioskop masa lampau yang sempat berjaya seperti Bioskop Gembira yang Terletak di Jalan Ahmad Yani, menjadi salah satu yang paling terkenal di era 1980-an dan Bioskop Arini & Bioskop Rusa, Berada di Jalan Rusa, populer di kalangan penonton lokal pada masanya,
Saleh, salah seorang pendengar dirappokoalling saat bergabung di baribasa menyebutkan bahwa bioskop favorit nya dulu waktu itu adalah Bioskop Dewi, Jaya, & Paramount Ketiganya terletak berdekatan di Jalan Gunung Bulusaraung." Masing-masing memiliki kekhasan, Bioskop Dewi memutar film India, Bioskop Jaya memutar film Indonesia, dan Bioskop Paramount memutar film Barat, "Ungkapnya.
Selain itu ada juga Bioskop Capitol, Berlokasi di Jalan Ujung Pandang. dan Bioskop Empress yang Terletak di Jalan Kajaolaliddong, Bioskop Sirene Berada di Jalan Gunung Bulu Saraung atau Jalan Timor serta Bioskop Sampurna yang terletak di Jalan Gunung Lompobattang. Deretan nama tersebut seketika menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat tentang kejayaan dunia hiburan malam dan akhir pekan di ibu kota Sulawesi Selatan ini.
Dalam sesi interaktif tersebut, acara membuka ruang selebar-lebarnya bagi pendengar untuk bergabung dan membagikan cerita unik serta pengalaman pribadi mereka. Berbagai kisah menarik pun mengalir dari para pendengar yang menelepon ke studio Pro 4 RRI Makassar.
Sebagian besar dari mereka mengenang bagaimana atmosfer menonton film di masa lalu memiliki keunikan tersendiri yang jauh berbeda dengan bioskop modern berteknologi canggih saat ini. Pendengar setia lainnya yang turut bergabung dalam siaran tersebut adalah Daeng Limpo. Ia menceritakan bahwa masa-masa remajanya dihabiskan dengan rutin pergi menonton bioskop, terutama ketika akhir pekan tiba.
Bagi Daeng Limpo, pergi ke bioskop bukan sekadar menikmati tontonan, melainkan sebuah ritual sosial yang sangat dinantikan bersama rekan-rekan sebaya seusianya pada masa itu. Hampir seluruh bioskop yang ada di Kota Makassar pernah di kunjungi demi memuaskan kegemaran menonton film. "Dari sekian banyak tempat, ada satu lokasi yang paling melekat kuat di ingatan dan sering di datangi bersama teman-teman di masa muda, tapi yang paling saya ingat dan sering saya kunjungi adalah bioskop Dewi dan Diana. Di bioskop ini berbagai film diputar, khususnya film-film Hollywood serta film India yang sangat banyak ditonton saat itu," kenang Daeng Limpo saat berbagi cerita di udara.
Selain judul filmnya, Daeng Limpo juga bernostalgia mengenai kondisi fisik gedung bioskop tempo dulu yang sangat khas. Suasana di dalam ruangan penonton kala itu sangat berbeda jauh jika dibandingkan dengan kenyamanan bioskop saat ini yang dilengkapi pendingin ruangan terpusat dan kursi empuk.
Tidak kalah menarik, pendengar lain bernama Fatma yang berasal dari Kabupaten Gowa turut membagikan kisah masa lalunya yang sarat akan kehangatan keluarga. Ia menceritakan pengalamannya pergi ke bioskop yang selalu diwarnai oleh kebersamaan bersama sang ayah tercinta setiap akhir pekan tiba.
"Saya tidak pernah sendiri karena setiap pergi menonton selalu bersama dengan bapak hingga kala itu hampir semua bioskop didatangi di Kota Makassar, karena selalu diajak oleh bapak untuk menonton setiap akhir pekan agar bisa terhibur. Kami banyak menghabiskan waktu dengan keluarga di bioskop, dan film yang paling saya sukai saat itu adalah film komedi serta film-film dari Rhoma Irama," ungkap Fatma penuh antusias.
Masyarakat di era 70 dan 80-an dalam memantau jadwal pemutaran film bioskop sebelum era digital seperti sekarang. Informasi penayangan film disebarluaskan secara kreatif melalui sarana keliling kota yang menjadi daya tarik tersendiri bagi warga. "Di era 80 dan 70-an, kita bisa mengetahui jadwal pemutaran film karena adanya mobil-mobil yang berkeliling untuk menyampaikan wara-wiri terkait film yang akan diputar di bioskop. Selain itu, mereka juga menyebarkan selebaran-selebaran, dan dari situlah kami bisa tahu info tentang pemutaran film yang akan tayang di bioskop, "tutup Fatma.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....