Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Selayar, Warga Jampea Berhamburan Keluar Rumah

  • 02 Okt 2026 07:57 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Kepulauan Selayar – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,1 mengguncang Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis 1 Oktober 2026 malam. Guncangan yang terjadi sekitar pukul 22.20 WITA tersebut dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di sejumlah wilayah kepulauan. Warga, khususnya di Pulau Jampea, sempat panik akibat getaran gempa yang terjadi pada malam hari. Sejumlah masyarakat langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut sekitar 111 kilometer tenggara Kabupaten Kepulauan Selayar. Gempa tercatat pada koordinat 7,07 Lintang Selatan dan 120,80 Bujur Timur. Sementara itu, kedalaman pusat gempa mencapai 10 kilometer. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Dampak guncangan paling terasa di wilayah Pulau Jampea, khususnya Kecamatan Pasimasunggu dan Pasimasunggu Timur. BMKG mencatat intensitas gempa mencapai IV MMI di wilayah Jampea. Sementara itu, di Benteng Selayar, getaran tercatat pada skala III MMI. Perbedaan intensitas tersebut menunjukkan adanya variasi kekuatan guncangan yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.

Guncangan gempa juga memicu kepanikan warga di Desa Labuang Pamajang, Kecamatan Pasimasunggu. Sejumlah warga dilaporkan berhamburan keluar rumah sesaat setelah merasakan getaran. Kondisi tersebut terjadi karena masyarakat berupaya menghindari risiko yang mungkin ditimbulkan oleh guncangan gempa. Warga memilih berada di luar rumah hingga situasi dirasakan lebih aman.

Selain menyelamatkan diri ke luar rumah, sebagian masyarakat mengambil langkah antisipasi dengan mencari lokasi yang dianggap aman. Beberapa warga bahkan memilih mengungsi sementara menuju tempat yang lebih tinggi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Sementara itu, warga lainnya tetap berjaga di sekitar rumah masing-masing.

Hingga informasi ini disampaikan, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Meski demikian, kondisi masyarakat di wilayah terdampak tetap memerlukan pemantauan. Warga diimbau untuk tidak terburu-buru kembali ke dalam rumah apabila masih merasakan guncangan. Masyarakat juga diharapkan memastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman.

Kapolsek Pasimasunggu IPTU Haryanto, yang sedang berada di Pulau Jampea saat kejadian, membenarkan getaran tersebut dirasakan warga.

“Ia tadi juga bergoyang, namun Alhamdulillah sampai saat ini belum ada laporan kerusakan. Kami tetap mengimbau warga tetap tenang sambil mengikuti perkembangan informasi, kita tentu berdoa semoga tidak ada gempa susulan,” kata Iptu Haryanto.

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam menghadapi situasi pascagempa. Warga juga diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Informasi mengenai perkembangan aktivitas gempa bumi hendaknya diperoleh melalui kanal resmi BMKG. Imbauan tersebut penting untuk mencegah munculnya keresahan akibat informasi yang tidak akurat.

Masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar, terutama yang berada di Pulau Jampea, diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan setelah gempa tersebut. Langkah antisipasi perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi bangunan serta lingkungan sekitar. Warga juga diminta mengikuti arahan petugas dan pihak berwenang apabila terdapat perkembangan situasi. Kewaspadaan dan ketenangan masyarakat menjadi hal penting dalam menghadapi kemungkinan terjadinya gempa susulan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....