Andi Sudirman Ungkap Bekal Penting bagi Praja IPDN Sebelum Jadi Pemimpin
- 01 Okt 2026 15:47 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memberikan ceramah umum kepada para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Sulawesi Selatan di Kabupaten Gowa. Di hadapan calon aparatur pemerintahan tersebut, Andi Sudirman membagikan pengalaman sekaligus menekankan pentingnya membangun karakter sebelum nantinya terjun ke tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Andi Sudirman memperkenalkan visi pembangunan Sulawesi Selatan, yakni “Maju dan Berkarakter”. Menurut dia, visi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kedisiplinan dan karakter kuat, termasuk dari lingkungan IPDN.
Andi Sudirman kemudian memaparkan sejumlah pembangunan strategis yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Salah satunya melalui Multiyears Project (MYP) dengan total anggaran sekitar Rp3,7 triliun yang diarahkan untuk memperkuat infrastruktur dan pelayanan dasar masyarakat.
Program tersebut mencakup penanganan sekitar 1.000 kilometer jalan provinsi, pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi yang mendukung sekitar 54 ribu hektare lahan pertanian, hingga pembangunan dan peningkatan fasilitas rumah sakit. “Pembangunan ini bagian dari upaya membuka konektivitas, meningkatkan produktivitas masyarakat, mendukung sektor pertanian, sekaligus memperkuat pelayanan dasar,” ujar Andi Sudirman, dikutip melalui keterangan tertulisnya, Kamis 1 Oktober 2026.
Di tengah paparan pembangunan tersebut, Andi Sudirman mengingatkan para praja IPDN bahwa pekerjaan sebagai aparatur pemerintahan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Menurutnya, lingkungan pendidikan pemerintahan juga menjadi tempat membentuk pola pikir, karakter dan kedisiplinan sebelum para praja menjalankan tugas di lapangan.
“IPDN adalah tempat menimba ilmu untuk mengubah pola pikir dan kedisiplinan. Guru terbaik ada di sekitar kita. Pintarlah untuk dipimpin dan menjadi pemimpin,” pesan Andi Sudirman kepada para praja IPDN. Pesan itu menempatkan proses pendidikan bukan hanya sebagai tahap memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan sikap seorang calon pemimpin pemerintahan.
Ia selanjutnya meminta para praja menjadikan integritas sebagai salah satu modal utama ketika nantinya memegang tanggung jawab di pemerintahan. Andi Sudirman menilai posisi dan jabatan dapat berubah seiring perjalanan karier, sedangkan integritas akan menjadi bagian dari rekam pribadi seseorang.
“Jabatan dan kedudukan dapat berubah, namun integritas akan terus melekat pada pribadi seseorang. Pemimpin yang memiliki integritas akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan lingkungan kerjanya,” ucapnya. Karena itu, menurut Andi Sudirman, kepercayaan publik perlu dibangun melalui sikap yang konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain integritas, Gubernur Sulsel itu juga menekankan pentingnya kejujuran dalam menjalankan tugas. Para praja IPDN diminta berani mengatakan dan melakukan sesuatu yang benar meskipun pilihan tersebut tidak selalu menjadi jalan yang mudah.
“Kemudian bekerja keras. Ilmu yang diperoleh selama pendidikan harus diwujudkan melalui kerja nyata, kedisiplinan, ketekunan dan kemauan untuk terus belajar,” jelas Andi Sudirman. Ia mengingatkan bahwa pendidikan yang dijalani para praja akan memiliki makna ketika pengetahuan tersebut mampu diterapkan dalam pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat.
Di bagian akhir ceramah, Andi Sudirman menyampaikan satu pesan yang menurutnya tidak kalah penting dari pendidikan, integritas, kejujuran dan kerja keras, yakni doa. “Terakhir yang paling menentukan adalah perbanyak doa,” pesannya kepada para praja IPDN.
Andi Sudirman juga meminta para praja tidak melupakan peran orang tua dalam perjalanan kehidupan dan karier mereka. Secara khusus, ia mengingatkan besarnya peran seorang ibu serta doa orang tua yang menyertai setiap langkah anak, sehingga hubungan dengan keluarga tetap perlu dijaga ketika kelak menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintahan.
“Banyaklah berdoa dan berbuat baiklah kepada orang tua kita,” pungkas Andi Sudirman. Pesan tersebut menjadi bagian dari pembekalan bagi praja IPDN Sulsel agar tidak hanya mempersiapkan kompetensi pemerintahan, tetapi juga membawa nilai integritas, kejujuran, disiplin, kerja keras dan kepedulian ketika nantinya berada di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....