Kemah Lingkungan di Malino Libatkan KSPSI, Lembayung Indonesia dan KLH
- 30 Sep 2026 22:24 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, MAKASSAR — Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sulawesi Selatan bersama Lembayung Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup akan menggelar Kemah Bakti Lingkungan Hidup di Malino, Kabupaten Gowa. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 16 hingga 18 Oktober 2026. Agenda ini menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan sekaligus membahas keterkaitan isu lingkungan dengan perlindungan pekerja.
Ketua KSPSI Sulawesi Selatan, Basri Abbas, mengatakan kegiatan tersebut juga akan diisi dengan dialog mengenai sejumlah isu dalam pembahasan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan. Menurut Basri, pembahasan rancangan regulasi tersebut mencakup tiga pilar utama, yakni perlindungan pekerja, penciptaan lapangan kerja, serta keberlangsungan iklim usaha.
"Beberapa kluster substantif yang terus dibahas antara lain ketentuan PKWT dan outsourcing, sistem pengupahan dan pesangon, serta perlindungan pekerja ekonomi digital," kata Basri dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2026).
Ia menjelaskan, isu pekerja ekonomi digital atau gig workers juga menjadi perhatian, termasuk aspek perlindungan hukum bagi pengemudi ojek online, kurir, dan pekerja pada berbagai platform digital. Selain itu, pembahasan mencakup penguatan hak pekerja perempuan, penyandang disabilitas, serta pekerja magang.
Basri mengatakan isu lingkungan hidup semakin berkaitan dengan ketenagakerjaan, terutama seiring munculnya pekerjaan baru di sektor energi terbarukan, pengelolaan limbah, dan industri ramah lingkungan. "Regulasi ketenagakerjaan perlu adaptif agar pekerja di sektor tersebut memperoleh standar keselamatan dan kesehatan kerja serta upah yang layak dalam pengembangan green jobs atau pekerjaan hijau," ujarnya.
Menurut Basri, aspek keselamatan dan kesehatan kerja juga perlu mempertimbangkan dampak perubahan iklim, seperti polusi udara dan cuaca panas ekstrem yang dapat memengaruhi pekerja di lapangan. Karena itu, dialog lingkungan hidup dinilai penting untuk memperkuat perlindungan pekerja sekaligus memastikan terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan aman.
"Kolaborasi multisektoral inilah yang kami bangun bersama Lembayung Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup melalui Kemah Bakti Lingkungan Hidup di Malino," kata Basri.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Dialog mengenai hubungan lingkungan hidup dan ketenagakerjaan akan menjadi salah satu bagian dalam rangkaian Kemah Bakti Lingkungan Hidup yang berlangsung selama tiga hari tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....