Markaz Hufadz Unismuh Perkuat Pendidikan Keagamaan Generasi Penghafal Al-Quran

  • 29 Sep 2026 17:19 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar meresmikan dua gedung asrama khusus bagi para penghafal Al-Qur’an (Hufadz), Selasa, 29 September 2026. Acara peresmian ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman serta donatur dari Timur Tengah, Mohammed Abdullah Yousuf Al Khori

Usai peresmian, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kontribusi keluarga Syekh Huri dari Timur Tengah terhadap pendidikan serta kegiatan keagamaan, khususnya bagi para penghafal Al-Qur'an di Sulawesi Selatan. Andi Sudirman menilai gedung Markaz Hufadz memiliki kualitas bangunan yang baik dan terdiri dari empat lantai.

Ia juga menyampaikan doa dan penghargaan kepada Syekh Huri beserta keluarga atas konsistensinya memberikan bantuan dan donasi untuk mendukung pendidikan dan kegiatan keagamaan, khususnya di Sulawesi Selatan.

"Kita berdoa mudah-mudahan kepada Syekh Huri dan keluarga diberikan pahala yang setimpal dengan konsisten memberikan bantuan donasi untuk pendidikan, keagamaan, khususnya Sulawesi Selatan," ujar Andi Sudirman.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pendidikan keagamaan dan pembinaan generasi penghafal Al-Qur'an di Sulawesi Selatan.

Andi Sudirman juga berharap hubungan baik dan kerja sama dalam bidang pendidikan serta keagamaan dapat terus terjalin dan memberikan manfaat bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

"Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan para hafiz Al-Qur'an sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan keagamaan di daerah,"

Sementara itu donator pembangunan Gedung Markaz Hufadz Syekh Huri menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan Universitas Muhammadiyah Makassar. Ia mengaku memiliki kedekatan dengan Kota Makassar yang telah dikunjunginya selama sekitar 30 tahun.

Ia mengaku sangat senang dapat kembali berada di Makassar. Kota Makasar bahkan disebutnya seperti rumah kedua karena telah berkali-kali dikunjunginya dalam beberapa dekade terakhir.

"Saya sangat senang berada di sini. Tempat ini seperti rumah kedua saya. Saya telah datang ke Makassar selama 30 tahun terakhir," ujarnya dalam kesempatan tersebut.

Ia juga mengapresiasi berbagai pencapaian yang telah diraih di Makassar, termasuk kerja sama yang selama ini dibangun bersama Universitas Muhammadiyah Makassar.

Menurutnya, kerja sama tersebut telah memberikan berbagai capaian positif dan diharapkan dapat terus dilanjutkan serta dikembangkan pada masa mendatang.

"Saya senang atas semua pencapaian yang kita miliki di sini dan kerja sama yang telah kita lakukan dengan Universitas Muhammadiyah Makassar. Pencapaiannya sangat baik dan kami berharap kerja sama ini terus berlanjut," katanya.

Ia kemudian menyampaikan harapan dan doa terbaik bagi seluruh pihak yang terlibat dalam kerja sama tersebut. Menurutnya, hubungan yang telah terjalin selama ini diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi semua pihak.

"Semua harapan terbaik saya untuk semuanya," tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Rektor Unismuh Makassar Dr, Ir, Abd Rakhim Nanda mengatakan, salah satu gedung Hufadz diperuntukkan bagi mahasiswa yang telah memiliki hafalan Al-Qur’an sebelum masuk ke perguruan tinggi. Kehadiran gedung tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menjaga dan memperkuat hafalan mereka selama menjalani aktivitas akademik.

“Tujuannya agar hafalan mereka tetap terpelihara selama berada di Unismuh,” ujar Rektor Unismuh Makassar.

Sementara itu, gedung lainnya yang berada di Gowa diperuntukkan bagi mahasiswa yang sedang dalam proses menghafal Al-Qur’an. Fasilitas tersebut ditujukan bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan ingin melanjutkan ke tahap menghafal.

Menurut Rektor, program tersebut menjadi bagian dari komitmen Unismuh dalam memberikan ruang kepada mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang Al-Qur’an.

Program tahfiz tersebut juga berkaitan dengan pemberian beasiswa studi bagi mahasiswa penghafal Al-Qur’an. Rektor menyebut kapasitas salah satu gedung mencapai sekitar 74 orang dan jumlah peserta program dapat terus bertambah setiap tahun.

“Selama program ini berjalan sekitar empat tahun, mahasiswa yang mampu menghafal 30 juz dalam satu tahun jumlahnya bisa mencapai tujuh, 10, hingga 11 orang,” jelasnya.

Selain menjaga hafalan, mahasiswa yang tinggal di asrama juga mendapatkan pembinaan. Salah satunya melalui kegiatan penyetoran hafalan dan evaluasi secara rutin. Imam rawatib masjid yang juga merupakan penghafal Al-Qur’an turut membantu proses pembinaan tersebut.

Para mahasiswa penghuni asrama juga diarahkan untuk berkontribusi kepada masyarakat sekitar. Mereka dapat membantu mengajarkan pembacaan Al-Qur’an kepada siswa-siswi tingkat SMP.

Meski fasilitas asrama tahfiz diperuntukkan bagi mahasiswa Unismuh, kegiatan pembelajaran membaca Al-Qur’an juga dapat diikuti anak-anak dari luar kampus.

Peresmian dua gedung tersebut ditandai dengan pengguntingan pita. Setelah peresmian, kegiatan pembinaan dan penghafalan Al-Qur’an dijadwalkan mulai berjalan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....