Cegah HIV/AIDS, Calon Pengantin Didorong Jalani Screening
- 29 Sep 2026 13:51 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Upaya pencegahan HIV/AIDS dinilai perlu dilakukan sejak sebelum pasangan memasuki kehidupan rumah tangga. Edukasi kesehatan dan screening bagi calon pengantin menjadi salah satu langkah yang didorong untuk memperkuat deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.
Pembahasan mengenai pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS tersebut mengemuka dalam kegiatan bersama Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya (YPKDS) dan Dinas Kesehatan di Kota Makassar. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Senin 28 September 2026, turut membahas pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Asniati, Penyuluh Agama Kementerian Agama Kota Makassar KUA Kecamatan Makassar, mengatakan penguatan kerja sama antara Kementerian Agama, Dinas Kesehatan, dan pihak terkait diperlukan untuk memperluas edukasi kesehatan. Menurutnya, calon pengantin menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan pemahaman kesehatan secara memadai sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
Pembinaan calon pengantin, kata dia, selama ini tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan administrasi dan persiapan kehidupan keluarga. Aspek kesehatan juga perlu mendapat perhatian karena menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas, termasuk dalam upaya pencegahan HIV/AIDS.
Salah satu langkah yang dinilai penting adalah screening kesehatan bagi calon pengantin sebelum menikah. “Pembinaan calon pengantin perlu diperkuat dengan edukasi kesehatan. Screening menjadi salah satu bagian penting agar calon pasangan mendapatkan informasi dan layanan kesehatan yang dibutuhkan sejak awal,” ujar Asniatu.
Menurut Asniatu, screening kesehatan calon pengantin juga perlu dilakukan dengan pendekatan yang edukatif, sehingga masyarakat tidak hanya datang untuk menjalani pemeriksaan. “Screening menjadi salah satu bagian penting agar calon pasangan mendapatkan informasi dan layanan kesehatan yang dibutuhkan sejak awal,” ujarnya.
Dalam konteks pencegahan HIV/AIDS, pendekatan tersebut juga perlu memperhatikan kerahasiaan hasil pemeriksaan serta hak dan martabat calon pengantin. Asniatu menekankan bahwa layanan kesehatan diharapkan tidak berhenti pada proses pemeriksaan, tetapi turut memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat.
Ke depan, sinergi antara Kementerian Agama dan Dinas Kesehatan diharapkan semakin diperkuat melalui nota kesepahaman atau MoU. Penguatan kerja sama tersebut diarahkan agar program screening kesehatan calon pengantin dapat berjalan lebih terintegrasi, termasuk dalam mendukung upaya pencegahan HIV/AIDS.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan membuat calon pengantin memperoleh edukasi dan akses layanan kesehatan secara lebih tepat sebelum memasuki kehidupan pernikahan. “Pembinaan calon pengantin perlu diperkuat dengan edukasi kesehatan,” ujar Asniatu, menegaskan pentingnya menjadikan aspek kesehatan sebagai bagian dari persiapan membangun keluarga.
Upaya pencegahan HIV/AIDS melalui edukasi dan screening calon pengantin pada akhirnya menjadi bagian dari langkah bersama untuk meningkatkan kesadaran kesehatan di masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung terbentuknya keluarga yang sehat, kuat, dan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak awal kehidupan berumah tangga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....