Pemkot Makassar Siapkan Anggaran Persampahan 3 Persen dari APBD

  • 29 Sep 2026 11:55 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Pemerintah Kota Makassar bersiap memperkuat anggaran pengelolaan persampahan hingga mencapai porsi tiga persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Tambahan anggaran tersebut akan diarahkan untuk memperkuat kebutuhan operasional pengelolaan sampah, di antaranya bahan bakar minyak (BBM) armada, sarana kebersihan, serta penambahan kendaraan pengangkut sampah.

Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, mengatakan penyesuaian anggaran dilakukan secara bertahap karena struktur APBD yang telah berjalan tidak dapat diubah secara drastis. "Kita akan jalankan sesuai arahan pusat, sekarang lagi mencoba untuk mengatur ini. Ada struktur rancangan APBD yang secara drastis tidak mungkin kita bisa langsung berubah, tetapi kita memaksimalkan sehingga proses progresnya itu bisa kita kejar," terang Zulkifly, Senin 28 September 2026.

Menurutnya, kebutuhan operasional pengangkutan sampah menjadi salah satu perhatian dalam penguatan anggaran tersebut. BBM untuk armada pengangkut sampah menjadi salah satu komponen yang akan dimaksimalkan. "Jadi, ada beberapa item bisa kita maksimalkan. Penyusunan BBM itu sudah utamanya untuk alat transportasi pengangkutan sampah dan BSU juga penting," jelasnya.

Selain BBM, Pemkot Makassar menyiapkan penambahan sarana dan prasarana kebersihan, berupa motor sampah dan mobil pengangkut sampah. Namun, penambahan armada tidak akan dilakukan dengan jumlah yang sama di seluruh wilayah. Pemerintah kota akan menyesuaikan kebutuhan berdasarkan volume sampah dan kondisi pengangkutan di masing-masing kecamatan.

"Berapapun volume sampah yang kita angkut, nantinya akan dikaji kira-kira berapa kebutuhan dari setiap kecamatan dalam hal pengangkutan sampah," kata Zulkifly.

Ia menambahkan, kebutuhan armada juga berkaitan erat dengan upaya mengurangi sampah sejak dari sumber. Semakin banyak sampah yang dipilah dan dimanfaatkan kembali, semakin kecil volume sampah yang harus diangkut menuju tempat pemrosesan akhir. "Makanya, kita terus galakkan, sosialisasikan untuk pemilahan sampah supaya terjadi pengurangan sampah yang ada di TPA," terang Zulkifly.

Pemkot Makassar mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah menjadi empat kategori, yakni organik, anorganik, residu, serta bahan berbahaya dan beracun atau B3. Sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, buah-buahan, daun dan ranting dapat dipisahkan untuk diolah.

Sementara botol plastik, kaleng, kertas, kardus dan kaca masuk kategori anorganik yang masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali atau didaur ulang. Adapun popok bayi, pembalut, tisu dan plastik saset merupakan contoh sampah residu. Sedangkan baterai bekas, lampu, obat kedaluwarsa dan kemasan pestisida perlu dipisahkan karena termasuk sampah B3.

Pemilahan sampah tersebut juga diarahkan untuk memperkuat peran Bank Sampah Umum (BSU), sehingga material yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan dan tidak seluruhnya berakhir di tempat pemrosesan akhir. Selain memperkuat sistem pengangkutan, Pemkot Makassar juga terus melakukan pembenahan di TPA Tamangapa, Antang.

Pola pengelolaan yang sebelumnya menggunakan sistem open dumping mulai diarahkan menuju controlled landfill dan secara bertahap ke sanitary landfill. "Kita melakukan perubahan metode. Kita menuju ke sanitary landfill atau controlled landfill. Kita meninggalkan open dumping ini," tegas Zulkifly.

Pembenahan di TPA Tamangapa mencakup pengolahan air lindi menggunakan teknologi EcoTru, penambahan unit pengolahan, pemasangan pipa pengelolaan gas metana, hingga penataan area ranch untuk melokalisasi sapi di sekitar kawasan TPA. Zulkifly menegaskan, penguatan anggaran, penambahan armada dan pengurangan sampah dari sumber harus berjalan secara bersamaan agar sistem pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kapasitas pengangkutan.

"Semakin sedikit sampah yang masuk ke TPA, semakin ringan pula beban pengelolaan dan semakin besar peluang menciptakan sistem persampahan yang berkelanjutan," tutup Zulkifly.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....