Kemenag Makassar Dorong Inovasi Layanan yang Berdampak ke Masyarakat
- 28 Sep 2026 20:04 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Pelayanan publik yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat menjadi perhatian Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Muhammad. Dalam Apel Kerja Lingkup Kemenag Kota Makassar, ia meminta seluruh jajaran tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi terus memperbaiki kinerja dan menghadirkan inovasi yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan H. Muhammad saat memimpin apel kerja di Lapangan Indoor Kemenag Kota Makassar, Senin 28 September 2026. Kegiatan itu dihadiri Kasubbag Tata Usaha Suedi, para kepala seksi dan penyelenggara, pengawas, pejabat fungsional, hingga seluruh jajaran Kemenag Kota Makassar yang mengikuti apel.
Dalam kesempatan itu, Muhammad lebih dulu menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kemenag Makassar yang telah mendukung kunjungan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI. Pemantauan tersebut antara lain berkaitan dengan dukungan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG di lingkungan madrasah, termasuk pendampingan dari jajaran keuangan dan unsur terkait lainnya.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendampingi dan terlibat. Ini menjadi bagian dari upaya kita untuk terus memperbaiki kinerja,” ujar Muhammad. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur dalam proses pemantauan menjadi bagian dari evaluasi untuk melihat sejauh mana pelaksanaan tugas berjalan sekaligus menemukan hal-hal yang masih perlu dibenahi.
Bagi Kemenag Makassar, hasil pemantauan dan evaluasi tersebut tidak hanya menjadi catatan administratif, tetapi juga dapat digunakan sebagai bahan untuk memperkuat pelaksanaan tugas di masing-masing bidang. Muhammad menekankan bahwa penguatan Zona Integritas membutuhkan komitmen bersama serta kemauan untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan dalam pelaksanaan pekerjaan.
“Kita sudah melihat dan mengecek apa yang dikerjakan masing-masing Kankemenag. Mari kita bersama-sama membenahi kekurangan yang ada,” katanya. Penekanan tersebut menunjukkan bahwa evaluasi kinerja diarahkan menjadi bagian dari proses pembenahan internal, bukan sekadar kegiatan pemeriksaan yang berhenti pada temuan.
Selain evaluasi, Muhammad menyoroti pentingnya rekam kinerja aparatur dalam pengembangan karier ke depan. Ia menyebut manajemen talenta akan semakin menjadi bagian dari pengelolaan sumber daya manusia, dengan rekam kinerja pejabat tercatat dalam sistem kepegawaian dan menjadi salah satu data yang dapat dilihat dalam proses pengembangan karier maupun promosi.
“Ke depan ini akan dilihat di SIMPEG. Kalau ada yang ingin diuji coba untuk promosi menjadi pejabat ke jenjang selanjutnya, rekam kinerja ini akan dilihat,” jelasnya. Karena itu, ia mengingatkan jajaran Kemenag Makassar agar kinerja tidak hanya terlihat dalam pelaksanaan rutinitas, tetapi juga tercermin melalui hasil kerja yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Perhatian Muhammad kemudian diarahkan pada inovasi pelayanan yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Ia mencontohkan aplikasi SI-LABAN yang telah diluncurkan untuk mendukung pelayanan bagi madrasah sebagai salah satu bentuk inovasi yang diharapkan dapat terus dikembangkan dalam berbagai bidang layanan Kemenag Makassar.
“Selanjutnya, inovasi yang berdampak kepada masyarakat. Kemarin aplikasi SI-LABAN untuk madrasah sudah launching,” ujarnya. Menurut dia, semangat yang sama perlu diterapkan pada layanan lain sehingga inovasi tidak berhenti sebagai program baru, melainkan menjadi sarana untuk membuat pelayanan lebih mudah dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Bidang pelayanan yang didorong untuk terus mengembangkan inovasi mencakup wakaf, zakat, pelayanan pesantren, hingga layanan Bimas Islam yang berkaitan dengan rumah ibadah. “Harapannya, inovasi-inovasi kita benar-benar memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” tambah Muhammad.
Arahan tersebut sekaligus menempatkan peningkatan kualitas pelayanan sebagai bagian penting dari kinerja Kemenag Makassar ke depan. Setiap program diharapkan tidak hanya selesai pada tahap pelaksanaan, tetapi mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan Kementerian Agama.
Melalui apel kerja tersebut, jajaran Kemenag Makassar kembali didorong menjadikan evaluasi sebagai dasar untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Penguatan kinerja, pemanfaatan rekam kerja, serta pengembangan inovasi pelayanan menjadi rangkaian yang saling berkaitan untuk menghadirkan layanan Kementerian Agama yang lebih mudah, terukur, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....