Seni Komunikasi Dakwah Rasulullah SAW yang Jadi Teladan

  • 19 Sep 2026 20:44 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar- Cara Rasulullah SAW dalam menyampaikan dakwah menjadi teladan penting dalam membangun komunikasi yang efektif dan penuh hikmah. Dakwah Rasulullah tidak hanya berorientasi pada penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga memperhatikan kondisi, karakter, dan kemampuan orang yang menerima pesan tersebut. Hal ini dibahas dalam program Nuansa Fajar pada Jumat, 18 September 2026 di Pro 4 RRI Makassar, bersama Ustadz Dr. Takdir Khair, Da’i Ikatan Da’i Muda Indonesia atau IDMI.

Menurut Ustadz Dr. Takdir Khair, komunikasi merupakan bagian penting dalam aktivitas dakwah. Seorang dai dituntut tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga mampu memilih bahasa dan pendekatan yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Dengan komunikasi yang tepat, pesan dakwah diharapkan dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rasulullah SAW memberikan banyak contoh mengenai bagaimana menyampaikan nasihat dengan cara yang bijaksana. Beliau menggunakan bahasa yang mudah dipahami, memberikan contoh melalui perilaku, serta memperlakukan setiap orang dengan penuh penghormatan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari seni komunikasi dakwah yang dapat diterapkan hingga saat ini.

“Dakwah Rasulullah SAW itu mengajarkan kepada kita bagaimana menyampaikan kebenaran dengan hikmah. Bukan hanya isi pesannya yang penting, tetapi cara menyampaikan, bahasa yang digunakan, dan bagaimana kita menghargai orang yang menjadi sasaran dakwah,” ujar Ustadz Dr. Takdir Khair.

Ia menambahkan, seorang dai perlu memahami siapa yang menjadi sasaran dakwahnya. Penyampaian pesan kepada anak-anak, remaja, orang tua, maupun masyarakat dengan latar belakang berbeda tentu membutuhkan pendekatan komunikasi yang tidak selalu sama. Karena itu, kemampuan mendengar, memahami, dan membangun kedekatan menjadi bagian penting dalam dakwah.

Prinsip komunikasi Rasulullah SAW juga relevan diterapkan di tengah perkembangan media digital. Dakwah kini dapat disampaikan melalui berbagai platform media sosial, namun penggunaannya tetap membutuhkan kehati-hatian. Pesan keagamaan hendaknya disampaikan dengan bahasa yang santun, tidak mudah menghakimi, serta memperhatikan kebenaran informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Melalui pembahasan Nuansa Fajar, masyarakat diingatkan bahwa dakwah bukan sekadar menyampaikan pesan agama, tetapi juga menghadirkan keteladanan dalam berkomunikasi. Seni komunikasi Rasulullah SAW yang penuh kelembutan, kebijaksanaan, dan penghormatan terhadap sesama menjadi nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam berkomunikasi di ruang digital.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....