Wamenpar Dorong Paket Bundling Wisata di tengah Tekanan Harga Tiket Pesawat
- 19 Sep 2026 12:43 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga keterjangkauan harga tiket pesawat bagi masyarakat, khususnya pada periode libur dan musim perjalanan. Hal tersebut disampaikan Ni Luh Puspa saat ditemui dalam kegiatan Dies Natalis ke-35 Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar, Sabtu, 19 September 2026.
Menurutnya persoalan harga tiket pesawat perlu dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan karena kebijakan terkait harga tiket berada dalam kewenangan kementerian tersebut. Ia menyebut harga tiket pesawat juga menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam menjaga akses masyarakat terhadap perjalanan wisata di berbagai daerah di Indonesia. “Harus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan karena harga tiket ini tentu menjadi kewenangan dari Kementerian Perhubungan dan ini juga menjadi atensi Presiden,” kata Ni Luh Puspa.
Pemerintah, lanjutnya, telah memberikan subsidi pada periode tertentu untuk membantu masyarakat menjangkau harga tiket pesawat. Kebijakan tersebut dilakukan pada periode dengan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi.
Subsidi tersebut antara lain diberikan pada masa libur Lebaran, libur anak sekolah, hingga libur akhir tahun. Dikatakan, kebijakan serupa telah dilakukan sejak 2024, berlanjut pada akhir 2025, dan kembali diterapkan pada 2026.
Selain dari sisi pemerintah, Kementerian Pariwisata juga mendorong pelaku industri pariwisata menghadirkan paket perjalanan yang lebih kompetitif. Salah satunya melalui konsep bundling antara tiket, akomodasi, maupun produk wisata di suatu destinasi.
“Dari industri, kami koordinasi dengan teman-teman industri pariwisata, bagaimana kita bisa menghadirkan paket-paket yang lebih kompetitif, bundling-bundling, sehingga ketika datang ke satu destinasi tidak dijual terpisah tetapi sudah bundling,” ujarnya.
Ni Luh Puspa mengatakan koordinasi dengan asosiasi dan pelaku industri terus dilakukan agar berbagai paket wisata dapat memberikan pilihan yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Langkah tersebut diharapkan turut mendorong masyarakat tetap memilih destinasi wisata di dalam negeri.
Di sisi lain, ia menyebut kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara masih menunjukkan pertumbuhan positif. Pemerintah juga tetap optimistis Indonesia menjadi salah satu tujuan wisata bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Untuk mempertahankan pertumbuhan tersebut, Kementerian Pariwisata terus melakukan adaptasi terhadap perubahan kondisi geopolitik dan ekonomi global. Strategi tersebut dilakukan antara lain dengan memperkuat pasar medium haul dan short haul khususnya kawasan Asia dan Oseania, serta memperluas promosi melalui sales mission, pameran, pemasaran digital, dan kolaborasi dengan industri pariwisata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....