Khutbah Jumat RRI Makassar: Berebaik Sangka kepada Allah SWT
- 19 Sep 2026 09:12 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, MAKASSAR — Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Muawanah RRI Makassar pada pelaksanaan ibadah shalat Jumat, 18 September 2026. Khutbah Jumat yang sarat akan makna mendalam ini disiarkan secara langsung kepada masyarakat luas melalui Pro 1 RRI Makassar di frekuensi FM 94.4 MHz serta Pro 4 RRI Makassar di FM 92.50 MHz.
Bertindak sebagai khatib pada kesempatan tersebut, Ustad Sufyan Abu Yahya, memaparkan materi utama mengenai hakikat penciptaan manusia serta bagaimana seharusnya menyikapi berbagai fasilitas dan ujian kehidupan di dunia. Dalam pemaparannya, khatib mengingatkan para jamaah bahwa tujuan utama diciptakannya jin dan manusia di muka bumi ini tidak lain adalah untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an.

Lebih lanjut, Ustad Sufyan menjelaskan bahwa balasan atas segala bentuk ibadah dan ketaatan yang dikerjakan manusia selama di dunia akan diterima secara sempurna di hari pembalasan kelak, yaitu Yaumul Qiyamah atau Yaumuddin. "Tidak bisa kita pungkiri bahwa di dunia kita diciptakan dengan tujuan untuk beribadah kepada-Nya, hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku," ujar Ustad Sufyan Abu Yahya di hadapan para jamaah.
Khatib juga menguraikan bahwa Allah SWT telah menganugerahkan berbagai fasilitas serta kelebihan kepada setiap hamba-Nya, mulai dari ilmu pengetahuan, harta benda, kekuatan fisik, kecerdasan, hingga jabatan dan kekuasaan. Segala kelebihan dan karunia tersebut, menurut khatib, diperintahkan oleh Allah SWT untuk digunakan sebagai sarana mendekatkan diri kepada-Nya, serta menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhirat.
"Carilah negeri akhirat pada apa yang Allah berikan kepadamu yaitu dari perkara dunia, dan janganlah engkau melupakan bagianmu dari dunia, karena dunia itu adalah tempat beramal sementara hasilnya diperoleh di hari kemudian," tegas Ustad Sufyan dalam kutipan khutbahnya.
Selain itu, beliau mengingatkan bahwa setiap nikmat berupa kelapangan maupun musibah berupa kesempitan merupakan bentuk ujian dari Allah SWT untuk menguji tingkat keimanan dan kepatuhan hamba-Nya. Dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan tersebut, umat Islam dituntut untuk senantiasa menghambakan diri, bersyukur ketika mendapatkan nikmat, serta bersabar dan ridha tatkala ditimpa musibah.
Mengakhiri khutbahnya, Ustad Sufyan menyampaikan kabar gembira bagi orang-orang beriman bahwa segala ketetapan Allah SWT, baik yang menyenangkan maupun yang tidak disukai, pada hakikatnya mengandung kebaikan luar biasa bagi mereka yang menyikapinya dengan husnuzhan kepada Sang Pencipta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....