Potensi Zakat Sulsel Rp8 Triliun, Baznas Jajaki Kolaborasi Dengan Kanwil Kemenag

  • 17 Sep 2026 09:22 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Potensi zakat di Sulawesi Selatan diperkirakan mencapai sekitar Rp8 triliun setiap tahun, namun angka penghimpunan yang terealisasi masih berada di kisaran Rp100 miliar. Besarnya selisih tersebut menjadi perhatian Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulsel untuk mencari cara agar potensi zakat dapat dihimpun dan dimanfaatkan lebih optimal.

Upaya memperkecil kesenjangan itu mulai dibahas melalui pertemuan Baznas Sulsel dengan Kanwil Kementerian Agama Sulsel. Ketua Baznas Sulsel, Riswan Ilyas, mengatakan penguatan kerja sama dengan Kemenag dibutuhkan untuk memperluas edukasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi.

Pembahasan tersebut mengemuka saat jajaran Baznas Sulsel melakukan kunjungan silaturahmi ke Kanwil Kemenag Sulsel. Rombongan yang dipimpin Riswan Ilyas diterima Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, yang didampingi Kabid Penaiszawa H. Mulyadi Iskandar dan Ketua Tim Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, H. Muhammad Nur.

Riswan menyebut selisih antara potensi zakat dan realisasi penghimpunan menunjukkan masih terbukanya peluang yang sangat besar. “Potensi zakat di Sulawesi Selatan sekitar Rp8 triliun, tetapi yang berhasil dihimpun masih mendekati Rp100 miliar. Ini menunjukkan potensi yang luar biasa besar dan perlu kita optimalkan bersama,” ungkapnya, Rabu 16 September 2026.

Menurut Riswan, posisi Kementerian Agama menjadi penting karena memiliki jaringan hingga tingkat kecamatan melalui Kantor Urusan Agama atau KUA. “Kita ingin membangun sinergi yang lebih kuat dengan Kementerian Agama,” katanya, terutama dengan melibatkan penyuluh dan penghulu yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Kolaborasi tersebut diarahkan tidak hanya untuk memperkenalkan kewajiban zakat, tetapi juga memperkuat Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang telah ada. Riswan menilai penyuluh dan penghulu memiliki posisi strategis untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sekaligus menghubungkan program pemberdayaan Baznas dengan kebutuhan umat.

Baznas Sulsel juga memberikan perhatian terhadap keberadaan UPZ di lingkungan Kanwil Kemenag Sulsel. Riswan mengapresiasi UPZ yang dinilai aktif menghimpun dan menyalurkan zakat, karena menurutnya penguatan lembaga tersebut dapat menjadi bagian penting untuk memperluas basis penghimpunan.

Di tengah agenda peningkatan penghimpunan, Baznas Sulsel juga sedang memperkuat tata kelola internal organisasi. Riswan menjelaskan, meski saat ini Baznas Sulsel hanya memiliki dua pimpinan setelah sejumlah pimpinan sebelumnya mengundurkan diri, aktivitas kelembagaan tetap berjalan dengan dukungan para amil.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel H. Ali Yafid menyambut baik rencana sinergi tersebut. Ia menekankan bahwa pengelolaan zakat harus tetap mengikuti aturan dan mengutamakan kepentingan masyarakat, karena “Zakat adalah amanah umat. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara transparan sesuai regulasi dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak,” tegasnya.

Ali Yafid menilai jaringan Kemenag yang menjangkau KUA hingga masyarakat di tingkat desa dan kelurahan dapat menjadi kekuatan dalam memperluas literasi zakat. “Kita punya jaringan penyuluh dan penghulu sampai ke tingkat KUA,” tuturnya, sehingga jaringan tersebut dapat disinergikan dengan program Baznas agar sosialisasi zakat semakin luas.

Bagi Kemenag Sulsel, pembahasan potensi zakat tidak berhenti pada persoalan berapa banyak dana yang dapat dihimpun. Ali Yafid mengatakan program Baznas dan Kementerian Agama perlu dikolaborasikan agar zakat juga mampu memberikan dampak lebih jauh bagi masyarakat.

“Program Baznas dan Kementerian Agama harus kita kawinkan. Dengan sinergi yang baik, zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan umat,” pungkasnya.

Pertemuan Baznas Sulsel dan Kanwil Kemenag Sulsel menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama dalam pengelolaan zakat. Dengan potensi zakat yang mencapai sekitar Rp8 triliun, penguatan literasi, jaringan UPZ, serta kolaborasi penyuluh dan penghulu menjadi bagian dari upaya memperluas penghimpunan sekaligus memastikan manfaat dana umat dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....