Harhubnas 2026, Kolaborasi Jadi Kunci Keselamatan Penerbangan
- 16 Sep 2026 13:52 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan konektivitas transportasi yang aman dan efisien. Kolaborasi tersebut melibatkan regulator, pengelola bandar udara, AirNav Indonesia, maskapai, serta masyarakat. Demikian disampaikan tiga narasumber yakni Capt. M. Mauludin,SE., S.SI.T., MM ( (Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar), Ruly Artha (General Manager PT. Angkasa Pura Indonesia Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar) dan Kristanto (General Manager Perum LPPNPI/AirNav Cabang MATSC) dalam perbincangan bersama RRI lewat Dialog Makassar Siang, Rabu, 16 September 2026
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar, Capt. M. Mauludin, mengatakan pihaknya bertugas memastikan keselamatan penerbangan di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Wilayah tersebut mencakup 26 bandar udara, termasuk dua bandar udara internasional di Palu dan Makassar.
Menurut Capt. M. Mauludin, kepastian keselamatan penerbangan dilakukan melalui pengawasan secara berkala dan berkelanjutan terhadap seluruh stakeholder. “Kepastian keselamatan penerbangan itu tentu tidak lepas dari pengawasan kami yang secara berkala dan secara terus-menerus kepada stakeholder kita,” kata Kapten Boy.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Rully Artha, mengatakan peran pengelola bandara selaras dengan regulator melalui penerapan prinsip 3S+1C, yakni Safety, Security, Services dan Compliance. Prinsip tersebut diterapkan untuk memastikan seluruh aturan Kementerian Perhubungan berjalan di lingkungan bandar udara.
Rully Artha mengatakan pengembangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin juga dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan pelayanan kepada pengguna jasa. “Bandara kita itu dapat bisa mengakomodir sebanyak 15 juta penumpang dalam satu tahunnya,” ujarnya. Pada 2025, jumlah penumpang yang melalui Bandara Sultan Hasanuddin tercatat sekitar 9,5 juta orang.
Rully menambahkan, peningkatan konektivitas membutuhkan peran seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan operator penerbangan. Menurutnya, pertumbuhan lalu lintas penerbangan dapat memberikan dampak terhadap perkembangan pariwisata dan perekonomian Sulawesi Selatan.
Sementara itu, General Manager AirNav Indonesia, Kristanto, mengatakan AirNav berperan menghubungkan jalur penerbangan agar lebih aman dan efisien. “Kami selalu ingin berperan dalam mengkonektivitaskan jalur-jalur penerbangan agar lebih efisien,” katanya. Ia menambahkan, keselamatan penerbangan membutuhkan rute yang baik, peralatan presisi, serta sumber daya manusia yang profesional.
Kristanto menegaskan keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab bersama seluruh stakeholder, termasuk masyarakat. Ia mengingatkan masyarakat di sekitar Bandara Sultan Hasanuddin agar tidak menerbangkan layang-layang atau mengarahkan laser pointer ke pesawat karena dapat mengganggu keselamatan penerbangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....