Bandara Sultan Hasanuddin Kembali Normal usai Dampak Erupsi Anak Krakatau

  • 16 Sep 2026 13:49 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar kembali berjalan normal setelah terdampak aktivitas abu vulkanik akibat erupsi Anak Krakatau yang mengganggu operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandar Udara Interasional Sultan Hasanuddin Makassar, Ruly Artha mengatakan proses pemulihan dilakukan secara bertahap setelah kondisi di bandara yang terdampak abu vulkanik mulai membaik.

“Kalau kita melihat aktivitas operasional penerbangan untuk saat ini kami dengan normal operation, di mana pasca recovery kemarin kegiatan yang terjadi di bandara sahabat kami di Cengkareng terkait dengan abu vulkanik memang lambat laun ini sudah mulai recovery,” ujarnya saya diwawancarai di Kantor RRI, Rabu, 16 September 2026.

Menurutnya, hingga saat ini tidak terdapat persoalan berarti dalam aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin. Operasional penerbangan dapat kembali berlangsung tanpa adanya isu keterlambatan yang signifikan.

Ia menyebut, proses pemulihan operasional penerbangan juga didukung oleh koordinasi dan kolaborasi berbagai pihak, khususnya maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, serta otoritas bandara. “Sehingga di dalam seluruh proses recovery hal tersebut bisa diakomodir dan juga kolaborasi intens dengan teman-teman airline khususnya dan juga teman-teman dari AirNav dan juga otoritas bandara yang selalu mendukung,” katanya.

Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada pengguna jasa penerbangan tetap berjalan, sekaligus mengantisipasi dampak lanjutan dari gangguan operasional yang sebelumnya terjadi akibat abu vulkanik. “Sehingga seluruh kemudahan dan kelancaran penerbangan dapat kita akomodir secara berkelanjutan,” lanjutnya.

Sementara itu, ia menjelaskan ketika terjadi gangguan penerbangan akibat abu vulkanik, maskapai memiliki sejumlah opsi pelayanan bagi penumpang yang terdampak. Keputusan terkait perubahan penerbangan dilakukan oleh maskapai dengan tetap melalui koordinasi dan otorisasi dari pengelola bandara serta otoritas bandara.

“Jadi sebenarnya beberapa hal yang diputuskan oleh teman-teman airline melalui otorisasi dari teman-teman pengelola bandara dan juga otoritas bandara,” jelasnya.

Dalam kondisi tersebut, terdapat tiga pilihan yang dapat diberikan kepada penumpang, yakni pengalihan rute penerbangan atau reroute, pengembalian biaya tiket atau refund, serta penjadwalan ulang penerbangan atau rescheduling. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan kemudahan kepada pengguna jasa ketika terjadi gangguan penerbangan.

Dengan kembali normalnya operasional di Bandara Sultan Hasanuddin, pihak pengelola bandara terus berkoordinasi dengan maskapai, AirNav Indonesia dan otoritas bandara untuk menjaga keamanan serta kelancaran aktivitas penerbangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....