Pemerintah Libatkan Tetangga, 4 Juta Keluarga Masuk Data Bansos
- 16 Sep 2026 13:36 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Sebanyak 4 juta keluarga tercatat masuk sebagai penerima bantuan sosial atau bansos dalam dua tahun terakhir setelah pemerintah melakukan pemutakhiran data. Perubahan tersebut menunjukkan adanya penyesuaian data penerima agar bantuan pemerintah dapat menjangkau masyarakat yang sebelumnya belum tercatat sebagai penerima.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan hal tersebut usai menghadiri Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Makassar. Menurutnya, pembaruan data menjadi bagian penting untuk memastikan penyaluran bansos tidak hanya mengandalkan data lama.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan tiga tugas kepada Kementerian Sosial dalam penguatan perlindungan sosial. Salah satu tugas tersebut adalah membantu proses pemutakhiran data yang saat ini dikelola sepenuhnya oleh Badan Pusat Statistik atau BPS.
“Kemensos bersama kementerian, lembaga, dan Pemda diminta untuk membantu pemutakhiran,” kata Gus Ipul, Selasa 15 September 2026. Keterlibatan berbagai instansi tersebut diharapkan dapat memperkaya proses verifikasi sekaligus mengurangi kemungkinan data penerima bansos tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Gus Ipul menjelaskan, pembaruan data yang dilakukan secara bersama-sama dapat membuat informasi mengenai penerima bansos menjadi semakin akurat. Dengan data yang lebih sesuai dengan kondisi masyarakat, pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat untuk menentukan siapa saja yang berhak memperoleh bantuan.
“Sehingga bansos diterima oleh mereka yang berhak,” ungkapnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemutakhiran data bukan hanya berkaitan dengan menambah penerima, tetapi juga memastikan bantuan diberikan berdasarkan kondisi masyarakat yang sebenarnya.
Dalam dua tahun terakhir, perubahan pada data penerima bansos disebut cukup signifikan. Sebanyak 4 juta Keluarga Penerima Manfaat atau KPM yang sebelumnya belum pernah mendapatkan bantuan kini masuk dalam data penerima pemerintah.
“Itu artinya bahwa pemutahkiran, pengelolaan data ini makin baik,” ujarnya. Masuknya jutaan keluarga baru tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa data perlindungan sosial terus mengalami pembaruan seiring proses verifikasi yang dilakukan pemerintah.
Meski demikian, pemerintah menilai pembaruan data bansos tidak dapat hanya dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Masyarakat juga dinilai memiliki peran penting karena warga berada paling dekat dengan kondisi sosial keluarga di lingkungan masing-masing.
Karena itu, Kemensos mendorong keterlibatan masyarakat melalui Relawan Perlindungan Sosial atau Perlinsos. Warga nantinya dapat membantu menemukan tetangga atau keluarga yang dinilai layak menerima bansos tetapi belum tercatat dalam sistem.
Gus Ipul menegaskan bahwa relawan tersebut menjalankan tugas secara sukarela dan tidak mendapatkan bayaran dari pemerintah. “Tugasnya hanya satu, membantu orang-orang terdekat, keluarga terdekat, seperti tetangganya atau keluarganya yang semestinya layak dapat bansos tapi belum dapat bansos bisa dimasukkan dalam sistem,” ujarnya.
Keterlibatan warga juga diarahkan untuk mendukung proses digitalisasi penyaluran bansos. Pemerintah berharap penggunaan sistem digital dapat memperkuat proses pencocokan data sekaligus membuat penyaluran bantuan lebih terukur.
“Dengan digitalisasi bansos ini diharapkan sasaran kita akan lebih tepat, karena disamping menggunakan mekanisme digital, di dalamnya ada biometrik wajah setiap KPM dan sesuai dengan data yang ada,” jelas Gus Ipul. Penggunaan biometrik tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan identitas penerima sesuai dengan data yang telah diverifikasi.
Dengan pola tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat berperan dalam proses verifikasi dan validasi data perlindungan sosial. Pemerintah berharap informasi dari lingkungan terdekat dapat membantu menemukan keluarga yang membutuhkan bansos namun belum masuk dalam basis data penerima.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....