Konsumsi BBM Makassar Hampir Dua Kali Lipat, Pertamina Pastikan Stok Aman

  • 15 Sep 2026 14:54 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Antrian kendaraan pengisian Bahan Bakar Umum (BBM) di semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terjadi di Kota Makassar, melonjak tajam, 10 - 14 September 2025 , menimbulkan keresahan masyarakat. Lonjakan konsumsi BBM di Kota Makassar tersebut, membuat Pertamina harus mengatasinya agar permasalahan BBM tidak berkepanjangan.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan tindakan antisipasi kelangkaan BBM dan menjaga pasokan tetap aman, kemudian menambah pasokan BBM hingga 16.000 kiloliter (KL).

Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, memastikan stok BBM di terminal Pertamina masih dalam kondisi aman. Penguatan pasokan dilakukan secara berkala dengan menyesuaikan jadwal kedatangan kapal dari pusat. “Setiap ada lonjakan permintaan, kami langsung berkoordinasi dengan pusat dan menyiapkan backup penambahan pasokan. Jumlah stok di terminal BBM terus kami jaga. Hari ini bahkan ada kapal sandar yang membawa tambahan pasokan sebanyak 16.000 kiloliter,” ujar Deny Sukendar.

Deny Sukendar menjelaskan, penyesuaian volume penyaluran merupakan bagian dari strategi distribusi untuk menjaga pemerataan pasokan di tengah lonjakan permintaan. "Bukan karena stoknya berkurang atau kami memotong pasokan secara sepihak. Ini bagian dari manajemen distribusi agar pasokan tetap merata,” ujar Deny Sukendar di Polda Sulsel, Senin 14 September 2026, meluruskan informasi mengenai dugaan pengurangan jatah pengiriman BBM ke sejumlah SPBU.

Menurut Deny Sukendar, pada kondisi normal, kebutuhan BBM untuk wilayah Kota Makassar kata dia berada di kisaran 700 KL per hari, namun dalam beberapa hari terakhir, angka penyaluran meningkat signifikan. Pada 11 September, penyaluran BBM mencapai sekitar 1.200 KL per hari. Angka tersebut berada di level 1.000 KL pada 12 September, sebelum kembali melonjak hingga 1.300 KL per hari pada 14 September

Dengan kondisi tersebut lanjut Deny Sukendar, penyaluran BBM telah mendekati dua kali lipat dibandingkan kebutuhan normal harian.

“Penyaluran ini sudah hampir dua kali lipat dari kebutuhan normal harian. Karena antrean di SPBU cukup tinggi, proses penyerapan BBM oleh masyarakat menjadi jauh lebih cepat,” katanya.

Lebih lanjut Deny Sukendar menegaskan, Pertamina bersama kepolisian juga tengah mendalami kemungkinan adanya konsumen dari luar wilayah Kota Makassar yang membeli BBM di sejumlah SPBU, khususnya di kawasan perbatasan. Selain kondisi tersebut, konsumsi BBM di kota Makassar juga diduga adanya konsumen dari luar Kota Makassar sehingga konsumsi mengalami lonjakan tajam dalam lima hari terjadi antrian panjang di SPBU

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....