Demo Pertamina Makassar Soroti BBM, LPG dan Ganjil Genap

  • 14 Sep 2026 17:17 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Puluhan aktivis mahasiswa bersama Aliansi Rakyat Makassar Bergerak menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Jalan Garuda, Kota Makassar, Senin, 14 September 2026. Aksi tersebut digelar untuk menyuarakan keresahan masyarakat terkait kelangkaan dan antrean bahan bakar minyak (BBM) serta LPG yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Massa juga menyoroti kebijakan ganjil-genap yang diterapkan di Kota Makassar.

Dalam orasinya, perwakilan Aliansi Rakyat Makassar, Maulana, menilai kebijakan yang diterapkan Pertamina belum sepenuhnya menjawab persoalan yang dirasakan masyarakat. Ia mengatakan, massa sebelumnya telah mendatangi kantor Pertamina untuk menyampaikan aspirasi. Namun, menurut dia, aspirasi tersebut belum mendapat respons yang diharapkan.

“Kemarin kami datang ke tempat ini, tapi tak satu orang pun yang mau menerima aspirasi kami. Hari ini kami datang karena merasakan ketidakadilan dari kebijakan Pertamina,” kata Maulana dalam orasinya.

Menurut Maulana, kebijakan ganjil-genap jangan sampai menjadi solusi yang justru mengalihkan perhatian dari persoalan antrean BBM yang masih terjadi di sejumlah daerah. “Mereka mencoba membuat mata kita tertutup dengan mengatur ganjil-genap di Kota Makassar. Tetapi saudara-saudara kita yang ada di kabupaten-kabupaten lainnya masih merasakan antrean,” ujarnya.

Massa juga mempertanyakan kondisi distribusi LPG di tengah masyarakat. Mereka menilai persoalan BBM dan LPG harus segera mendapat penyelesaian karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari warga.

Maulana meminta Pertamina dan pemerintah memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada masyarakat, bukan hanya menguntungkan kelompok tertentu. “Kalau kalian cinta negara ini dan patuh dengan Presiden, harus sejahterakan rakyat. Kalau hanya untuk kepentingan oligarki, maka satu bahasa untuk kalian, yaitu lawan,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, massa juga menyerukan agar unjuk rasa berlangsung damai. Mereka meminta seluruh peserta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu jalannya aksi.

“Aliansi ini datang dengan komitmen aksi damai. Tidak ada gerakan tambahan atau gerakan yang bisa mengacaukan konsentrasi aksi,” katanya.

Maulana juga meminta aparat keamanan yang berjaga di lokasi untuk menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Ia menegaskan massa menghargai keberadaan aparat kepolisian, TNI dan petugas keamanan yang melakukan pengamanan aksi.

“Kami menghargai yang menjaga di depan ini adalah aparat kepolisian, aparat TNI dan aparat sekuriti. Jaga potensi untuk tidak berbuat yang tidak-tidak, maka masyarakat juga tidak akan berani melawan,” ujarnya.

Aksi tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Massa berharap Pertamina segera memberikan penjelasan sekaligus solusi atas persoalan distribusi BBM dan LPG serta kebijakan ganjil-genap yang menjadi sorotan masyarakat.(**)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....