Mentan RI Dorong Maba Unismuh Jadi Generasi Produktif
- 12 Sep 2026 16:47 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga membangun karakter dan kepedulian sosial. Ia juga mengajak mahasiswa untuk mengembangkan kemandirian ekonomi melalui keterlibatan di sektor produktif.
Hal tersebut disampaikan Mentan RI usai menghadiri kuliah tamu dalam pembukaan Ta'aruf Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Makassar Tahun Akademik 2026/2027 di Balai Sidang Muktamar, Kampus Unismuh Makassar, Sabtu, 12 September2026. Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan bantuan beasiswa kepada sejumlah mahasiswa, khususnya mereka yang berasal dari kalangan yatim piatu dan penghafal Al-Qur’an.
Mentan mengungkapkan, terdapat lebih dari 20 mahasiswa yatim piatu yang membutuhkan dukungan untuk melanjutkan perjuangan pendidikannya. “Alhamdulillah kami tadi memberikan beasiswa. Ada Rp10 juta untuk satu orang, kemudian yang betul-betul tidak punya orang tua diberikan Rp25 juta, sementara anak-anak yang lain Rp5 juta,” ujar Mentan.
Menurutnya, bantuan tersebut mungkin belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan mahasiswa. Namun, bantuan itu merupakan bentuk kepedulian dan dukungan agar para mahasiswa tetap memiliki semangat untuk menempuh pendidikan.
Selain mahasiswa yatim piatu, Mentan juga memberikan perhatian kepada mahasiswa penghafal Al-Qur’an. Ia mendorong agar generasi muda tersebut terus mendapatkan dukungan dan pembinaan.
Pada kuliah tamu tersebut Mentan menilai pembangunan moral dan karakter harus dilakukan sejak usia dini dan terus diperkuat ketika seseorang memasuki perguruan tinggi. Ia mengingatkan mahasiswa untuk memiliki mental yang jujur, karakter yang kuat, peduli terhadap sesama, serta menjunjung tinggi integritas.
“Di saat mahasiswa harus dibangun, harus bermental jujur, harus berkarakter kuat, harus peduli pada sesama, anti korupsi, jangan mengambil kalau bukan hak,” tegasnya.
Mentan juga membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk melibatkan mahasiswa dalam program-program pertanian produktif. Menurutnya, pemerintah dapat membantu mengembangkan lahan yang tersedia untuk ditanami berbagai komoditas, seperti kakao, jambu mete, jagung, hingga komoditas perkebunan lainnya.
“Kalau ada lahan kami siapkan. Ada yang sekarang kakao, mete, jagung. Gratis pengolahan tanahnya, tunjuk saja tanahnya, kami siapkan pendanaannya,” kata Andi Amran Sulaiman.
Ia mengatakan, apabila terdapat lahan dengan luasan besar, pemerintah siap berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan berbagai instansi terkait untuk mengoptimalkannya. “Katanya ada 100 hektare, ini bisa kita garap. Kita harus kolaborasi, kita harus produktif. Sebenarnya tidak ada kata menganggur,” ujarnya.
Mentan menegaskan Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat besar. Karena itu, peluang untuk bekerja dan menciptakan sumber penghasilan terbuka luas, terutama melalui sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan hortikultura.
Ia bahkan menyebut pengelolaan lahan pertanian dan perkebunan secara serius dapat memberikan penghasilan yang sangat menjanjikan. “Kalau kita tanam dua, tiga hektare atau lima hektare, apalagi kopi, kakao, penghasilannya bisa di atas gaji orang yang baru diterima,” ungkapnya.
Mentan juga mengajak generasi muda untuk mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif. Menurutnya, optimalisasi sumber daya tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian nasional.
“Kesimpulannya, kalau kita tidak mau menganggur, bangunkan lahan tidur. Indonesia menjadi superpower,” tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....