Pengamat Dorong RRI Perkuat Fungsi Kontrol Sosial

  • 10 Sep 2026 18:12 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – RRI didorong memperkuat fungsi kontrol sosial di tengah perubahan masyarakat menuju era digital. Fungsi tersebut dinilai penting untuk memastikan kebijakan publik diketahui dan dapat diawasi masyarakat.

Pengamat Komunikasi Sosial, Muhammad Yahya dalam perbincangan bersama RRI Lewat Dialog Interaktif Makassar Menyapa pagi, Kamis, 10 September 2026 mengatakan media memiliki fungsi informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Menurutnya, seluruh fungsi tersebut perlu terus dikembangkan RRI.

“Saya rasa kalau memungkinkan bisa lebih ditingkatkan lagi fungsi sosial kontrol dalam penyampaian pesannya,” kata Yahya.

Ia menilai RRI dapat menjadi ruang bagi masyarakat menyampaikan persoalan terkait kebijakan publik.

Host : Arty Alfiart (Sunarti Tasik Malillin) bersama Narasumber Kepala RRI Makassar, Anom Andadari 9tengah) dan Pengamat Komunikasi Sosial, Muhammad Yahya (Kanan) dalam perbincangan bersama RRI Lewat Dialog Interaktif Makassar Menyapa pagi, Kamis, 10 September 2026

Yahya juga mendorong RRI memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi untuk memperkuat pelestarian budaya. Kampus dinilai memiliki banyak akademisi yang mengkaji budaya lokal Sulawesi Selatan.

“Boleh jadi misalnya nanti, saya rasa banyak sekali profesor, Ibu ya, di kampus-kampus itu yang mengkaji tentang budaya,” ujarnya.

Menurutnya, para akademisi dapat dilibatkan untuk membagikan pengetahuan budaya kepada masyarakat.

Kepala RRI Makassar, Anom Andadari dalam perbincangan yang sama mengatakan pelestarian budaya menjadi bagian dari peran RRI. Program tersebut dapat dilakukan melalui berbagai programa dan keterlibatan pelaku budaya.

“Di Pro 4 itu kita diberikan kewajiban, ya, ruang. Dan Pro 2 untuk anak-anak muda,” kata Anom.

Ia menambahkan, RRI juga tetap memberikan ruang bagi pelaku budaya untuk hadir dan berbagi informasi. Anom mengatakan keterbatasan kegiatan luar studio membuat pola pelibatan masyarakat kini disesuaikan.

Namun, informasi budaya tetap dapat disampaikan melalui siaran dan kehadiran narasumber di RRI. Sementara itu, fungsi kontrol sosial juga dijalankan melalui program interaktif dan Cek Fakta.

Anom menegaskan informasi yang disampaikan harus berbasis data, akurat, dan tidak mengandung unsur SARA.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....