Lulusan SMK Diharapkan Meningkatkan Keterampilan Sebelum Memasuki Dunia Kerja

  • 08 Sep 2026 21:35 WIB
  •  Makassar

RRI. CO. ID, Makassar - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mendorong lulusan Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK untuk meningkatkan keterampilan sebelum memasuki dunia kerja. Langkah tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya meningkatkan daya saing lulusan SMK sekaligus menekan angka pengangguran terbuka.

Jayadi Nas, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan dalam perbincangan bersama RRI menyebut pemerintah telah menyiapkan sejumlah program pelatihan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi maupun Balai Latihan Kerja yang tersebar di sejumlah daerah. Pelatihan tersebut dapat dimanfaatkan para alumni SMK untuk memperkuat kompetensi yang telah dimiliki.

“Alumni-alumni SMK yang ingin mendapatkan keterampilan di dalam memasuki dunia kerja, kita punya Balai Besar Pelatihan Kerja. Bisa di situ anak-anak mendaftar,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pelatihan bagi alumni SMK dapat dilakukan melalui skema upskilling maupun reskilling. Upskilling ditujukan untuk meningkatkan kemampuan yang sudah dimiliki, sementara reskilling memberikan keterampilan baru yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

Selain pelatihan, pemerintah juga mendorong keterlibatan dunia usaha dalam memberikan pengalaman dan pemahaman mengenai kebutuhan industri kepada siswa SMK. Menurutnya, keterlibatan industri sejak proses pendidikan penting agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan ketika mengikuti proses rekrutmen.

“Kita berharap proses kurikulum yang dimiliki dan proses belajar mengajar yang dilakukan itu lebih mengedepankan bagaimana kemampuan kita semua di sekolah SMK ini betul-betul mendidik anak-anak kita untuk dapat memiliki skill atau keterampilan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan dunia kerja,” jelasnya.

Host : Arty Alfiart (Sunarti Tasik Malillin) bersama Narasumber Jayadi Nas, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan dalam perbincangan bersama RRI

Disnakertrans Sulawesi Selatan juga terus menggenjot pelaksanaan pelatihan bagi masyarakat. Kepala Disnakertrans menyebut terdapat sekitar 12 ribu hingga 14 ribu orang yang didorong untuk mendapatkan pelatihan melalui sejumlah balai yang berada di Makassar, Bantaeng dan Pangkep.

Ia menambahkan, upaya menekan pengangguran mulai menunjukkan perkembangan positif. Tingkat pengangguran yang disebut berada di angka 4,96 persen pada 2025 turun menjadi 4,95 persen pada Februari 2026 dan kembali menjadi 4,66 persen pada Mei 2026.

Meski demikian, pemerintah menilai penurunan tersebut belum menjadi alasan untuk berpuas diri. Kolaborasi antara Dinas Pendidikan, Disnakertrans dan dunia usaha terus diperlukan agar lulusan SMK semakin siap menghadapi persaingan kerja, memiliki sertifikasi kompetensi, dan bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....