Sebanyak 244 Titik Karhutla Landa Sulsel, BPBD Ungkap Penyebabnya
- 08 Sep 2026 17:56 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Sebanyak 244 kejadian kebakaran hutan dan lahan tercatat di 18 kabupaten dan kota se-Sulsel. Luas lahan yang terbakar mencapai 2,27 hektare akibat suhu udara tinggi.
Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Muh. Doddy Rahmat, ST., M.M., menjelaskan karakter hutan di Sulsel berbeda dengan Kalimantan. Hutan Sulsel didominasi hutan mineral sehingga api hanya membakar permukaan, bukan lahan gambut yang sulit dipadamkan.
Kondisi itu membuat petugas lebih mudah mengendalikan titik api dibanding daerah bergambut. "Alhamdulillah semua titik api terdeteksi dan dapat kami tangani," ujar Doddy saat menjadi narasumber dialog interaktif Green Radio RRI Pro 1 Makassar, Minggu 6 September 2026.
Hasil kajian cepat BPBD kabupaten dan kota menemukan penyebab kebakaran didominasi suhu udara tinggi. Kelalaian warga saat membakar sisa rumput turut menjadi pemicu, namun sifatnya tidak disengaja.
Doddy memastikan tidak ditemukan indikasi pembukaan lahan skala besar oleh industri di Sulawesi Selatan. Bara api dari pembakaran kecil disebut mudah terbawa angin kencang khas musim kemarau.
Di sisi lain, keterbatasan armada pemadam kebakaran masih menjadi kendala utama penanganan. Dari sekitar 313 kecamatan di Sulsel, baru seratus lebih yang memiliki peralatan pemadam sesuai aturan Kementerian Dalam Negeri.
"Jika ditanya soal kendala, mungkin keterbatasan peralatan pendukung menjadi hal utama yang kami rasakan," kata Doddy.
Keterbatasan itu membuat petugas hanya mampu menjangkau titik api di lokasi terdekat dan mudah diakses. BPBD terus berkoordinasi dengan Satpol PP, Damkar, Dinas Kehutanan, dan TNI untuk memperkuat penanganan di lapangan.
Doddy mengimbau warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau berlangsung. "Jangan tinggalkan bara api yang belum benar-benar padam, karena angin kencang saat kemarau bisa memicu kebakaran hutan dan lahan," tegas Doddy.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....