Sinergi DP3A Sulsel Dorong Perempuan UMKM Mandiri Ekonomi
- 07 Sep 2026 13:01 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk KB) Provinsi Sulawesi Selatan terus berupaya memperkuat peran perempuan dalam sektor ekonomi lokal. Upaya ini difokuskan pada pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tumpuan sebagian besar masyarakat di daerah.
Kepala Bidang P3A Dinas P3A Dalduk KB Sulsel, Meisy Papayungan menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi merupakan agenda penting pemerintah daerah. "Kalau kita bicara soal pemberdayaan perempuan, salah satu bentuk pemberdayaan berada dalam bidang ekonomi, tentu saja," ujar Meisy saat diwawancarai dalam Program Pengarusutamaan Gender Pro 1 RRI Makassar, Senin, 7 September 2026.
Dalam menjalankan program pemberdayaan tersebut, DP3A Sulsel tidak bekerja secara terisolasi melainkan membangun sinergi lintas sektor. Kerja sama dilakukan secara erat bersama Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Perdagangan untuk menjangkau kelompok perempuan di berbagai kabupaten.
"Tentu saja DP3A tidak bekerja sendiri. Ini kami bekerja sama dengan dinas-dinas terkait, termasuk dengan Dinas Koperasi, UMKM, kemudian juga dengan Perdagangan. Di tahun ini, kami melakukan pelatihan ke beberapa ke kabupaten terpilih untuk mengembangkan, melatih, kemudian mengembangkan ekonomi perempuan di beberapa bidang usaha. Dan setiap kabupaten itu berbeda-beda keterampilan yang diajarkan,” jelas Meisy.
Salah satu fokus utama program tahun ini adalah menyasar kabupaten-kabupaten terpilih guna mengasah keterampilan teknis para perempuan pelaku usaha. Langkah kolaboratif ini diambil agar pembinaan yang diberikan dapat berjalan secara terstruktur dan terintegrasi.
Prioritas khusus diberikan kepada kelompok perempuan rentan, baik yang menghadapi kendala ekonomi maupun yang berisiko mengalami kekerasan. Selain itu, wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar juga menjadi perhatian utama dalam distribusi program.
“Salah satunya yang dilakukan, yang menjadi prioritas Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur, adalah penguatan kapasitas perempuan rentan, baik itu rentan secara ekonomi ataupun juga kelompok-kelompok yang rentan terhadap kekerasan. Kemudian, perempuan-perempuan di daerah pesisir sesuai dengan kondisinya, itu kita memberikan pelatihan yang akan menggunakan resource setempat,” ungkap Meisy.
Sebagai contoh nyata penerapan program berbasis potensi lokal, pelatihan pengolahan hasil laut dilaksanakan di Kabupaten Jeneponto. Para peserta diajarkan memproduksi berbagai produk olahan ikan seperti nugget hingga pembuatan kecap skala rumah tangga.
Melalui sentuhan pelatihan dan bantuan sarana tersebut, produk yang dihasilkan masyarakat diharapkan memiliki daya saing serta nilai tambah yang lebih tinggi. Pengemasan yang baik menjadi salah satu materi kunci agar produk lokal mampu menembus pasar yang lebih luas.
Ke depan, DP3A Sulsel mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk aktif melakukan pendataan dan pemetaan kebutuhan keterampilan di wilayah masing-masing. Hal ini penting agar pengalokasian anggaran yang terbatas dapat disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....