BRIN Dorong Pelestarian Bahasa Daerah melalui Korpus Digital

  • 05 Sep 2026 17:47 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merupakan lembaga yang menaungi berbagai kegiatan penelitian dari beragam disiplin ilmu, termasuk penelitian terkait bahasa dan budaya. Khusus untuk riset yang berkaitan dengan penyelamatan dan pelestarian bahasa, kegiatan tersebut berada di bawah Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (OR Arbastra).

Erniati, S.S., M.Si - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam Obrolan Apresiasi Budaya Lokal Pro4 RRI Makassar, edisi Jum'at, 04 September 2026 menjelaskan, salah satu fokus penelitian yang dilakukan OR Arbastra adalah penyelamatan dan pelestarian bahasa serta sastra di Indonesia. Untuk wilayah Sulawesi Selatan, kegiatan riset juga mencakup Sulawesi Barat.

“Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendokumentasikan bahasa-bahasa daerah, terutama bahasa yang terancam punah. Dokumentasi tersebut mencakup bahasa daerah yang ada di Sulawesi Selatan maupun Sulawesi Barat”, jelas Erni.

Erni menambahkan dalam konteks pelestarian bahasa, korpus digital bahasa daerah menjadi salah satu sarana penting. Korpus merupakan tempat penyimpanan berbagai dokumen penggunaan suatu bahasa daerah. Berbeda dengan kamus yang umumnya memuat kosakata beserta terjemahannya, korpus menyimpan berbagai bentuk penggunaan bahasa secara lebih luas. Misalnya, dalam korpus bahasa Makassar dapat memuat kosakata, rekaman penggunaan bahasa, wawancara dengan penutur asli, serta berbagai dokumentasi lain yang berkaitan dengan bahasa tersebut.

“Seiring perkembangan teknologi dan digitalisasi, korpus kemudian dikembangkan dalam bentuk digital. Dengan adanya korpus digital, berbagai dokumentasi bahasa daerah dapat disimpan dalam satu platform sehingga lebih mudah diakses oleh masyarakat, khususnya generasi muda”, ungkap Erni.

Lebih lanjut Erni menambahkan Korpus digital diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan minat generasi muda dalam mempelajari dan melestarikan bahasa daerah. Kemudahan akses terhadap berbagai dokumentasi bahasa memungkinkan generasi muda mengenal bahasa daerah melalui media yang lebih sesuai dengan perkembangan teknologi.

“Selain sebagai sarana dokumentasi, korpus digital juga dapat dimanfaatkan dalam penyusunan bahan ajar maupun pengembangan kurikulum muatan lokal di sekolah. Korpus digital tidak hanya berisi teks, tetapi juga dapat memuat rekaman, wawancara dengan penutur asli, cerita asal-usul, legenda, hingga berbagai kisah yang menggunakan bahasa daerah. Data tersebut dapat dimanfaatkan oleh guru dalam mengembangkan materi pembelajaran bahasa daerah”, kata Erni.

Dengan dukungan teknologi seperti layar atau perangkat digital yang tersedia di sekolah, guru dapat menampilkan berbagai dokumentasi tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran. Cara ini diharapkan dapat mengurangi kejenuhan siswa sekaligus meningkatkan ketertarikan mereka terhadap bahasa dan budaya daerah. Tutup Erni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....