Imam dan Pengurus Masjid di Takalar Diminta Jadi Garda Pembinaan Umat

  • 01 Sep 2026 14:43 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kementerian Agama Kabupaten Takalar memperkuat komunikasi dengan para imam dan pengurus masjid di Kecamatan Mangarabombang. Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan pembinaan dan silaturahmi yang dihadiri Kasi Bimas Islam Kemenag Takalar, Misbahuddin, yang mewakili Kepala Kantor Kemenag Takalar.

Pertemuan itu turut dihadiri Kepala KUA Kecamatan Mangarabombang, Najamuddin. “Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara Kemenag, KUA, imam, serta pengurus masjid,” ujar Misbahuddin, dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Selasa 1 September 2026.

Dalam pertemuan tersebut, peserta membahas sejumlah hal yang berkaitan dengan penguatan peran imam dan pengurus masjid. Pembinaan umat, pengelolaan kegiatan keagamaan, serta pengembangan fungsi masjid sebagai ruang ibadah dan sosial turut menjadi perhatian.

Misbahuddin menilai posisi imam dan pengurus masjid cukup strategis karena mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat. “Imam dan pengurus masjid memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, komunikasi yang terjaga dapat membantu mendeteksi berbagai persoalan keagamaan sejak awal. “Pertemuan ini juga menjadi bagian dari Early Warning System atau EWS, sehingga berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat diketahui lebih awal,” jelas Misbahuddin.

Ia mengatakan, persoalan yang teridentifikasi lebih cepat akan lebih mudah ditindaklanjuti melalui pembinaan bersama. “Dengan komunikasi yang baik, langkah penyelesaian dapat dilakukan secara tepat dan bersama-sama,” ujarnya.

Selain menjalankan fungsi pembinaan, para pengurus masjid juga diharapkan mampu menciptakan suasana keagamaan yang sejuk di lingkungan masing-masing. “Para imam dan pengurus masjid harus terus menjadi teladan serta menghadirkan kehidupan keagamaan yang moderat dan memberikan kemaslahatan,” pesan Misbahuddin.

Kepala KUA Kecamatan Mangarabombang, Najamuddin, juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi antara KUA, imam, pengurus masjid, dan masyarakat. “Kita harus terus menjaga komunikasi dan membangun kerja sama dalam menjalankan pembinaan keagamaan,” tuturnya.

Najamuddin berharap masjid tidak hanya digunakan sebagai tempat pelaksanaan ibadah rutin. “Masjid harus terus kita hidupkan sebagai pusat ibadah, pembinaan umat, pendidikan keagamaan dan kegiatan sosial,” katanya.

Menurutnya, keberadaan pengurus masjid menjadi salah satu unsur penting dalam menggerakkan berbagai kegiatan tersebut. “Untuk mewujudkan fungsi masjid secara maksimal, dibutuhkan sinergi dan komunikasi yang baik antara KUA, imam, pengurus masjid dan masyarakat,” ujar Najamuddin.

Kegiatan pembinaan dan silaturahmi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pertemuan formal semata. Kemenag Takalar mendorong agar komunikasi yang telah terbangun terus dilanjutkan sehingga pengurus masjid dapat semakin aktif dalam mendukung pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.

Sinergi antara Kemenag, KUA, imam, dan pengurus masjid dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan keagamaan yang harmonis. “Kami berharap pembinaan ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Misbahuddin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....